

APMIGAZINE
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
DIBALIK APMIGAZINE
KATA PENGANTAR
APMI MENYAPA
CERITA PENELITI
OPINI
RISET & TEKNOLOGI
HIGHLIGHT APMI
INFO LOMBA
TIPS & TRICK

DIBALIK APMIGAZINE

Penanggung Jawab
Amaliya Putri
Rafi Maulana
Ketua Pelaksana
Atilla Radja Satria
Penulis, Editor & Penyusun Konten
Davin Elian Qariru
Rossella Arylia Tiara Simanjuntak
Associate Writer
Icha Khaerunnisa
Kholisha Husna Syihab
Atilla Radja Satria
Dafa Arya Saskara
Fina Kharisma Musallamah
Rafi Maulana
Muh Rizal
Rossella Arylia Tiara S
Mia Setivani Eka Wijaya
Naillah Insyirah
Intan Daru’ Sarungallo
Oktaviani Jovita Ndale
Putri Alya Shafiqa
Farhan Muhammad Achdiat
Cecap Safa’atul Barkah
Iwan Sukooco
Nurillah Jamil Achmawati Novel
Ahmad Amirul Sir
Riswandi
Ja’far Shodiq Hibatullah
Muhammad Albab Faza
Khusna Mardhiyah
Muhammad Fajrulfalaq Izzulfirdausyah Suryaprabandaru
Davin Elian Qariru
Desain & Tata Letak
Amaliya Putri
Destiana Salsabila
Dika Alif Kurniawan
Dibawah Naungan:
Biro Riset, Inovasi, Informasi & Teknologi
Asosiasi Peneliti Muda Indonesia
Yayasan Wahana Talenta Indonesia



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyusun dan menerbitkan APMIGAZINE Vol 2 Majalah ini hadir sebagai versi terbaru dari Gagasan APMI yang sebelumnya telah kita kenal, dan kini kami kemas dalam bentuk majalah agar dapat dinikmati oleh lebih banyak orang.
Pada edisi kali ini, kami mengusung tema "Menjelajah Dunia Melalui Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi" Tema ini kami pilih untuk menyoroti peran vital para peneliti muda dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks Peneliti muda adalah harapan bangsa, garda terdepan dalam menciptakan terobosan baru yang dapat membawa Indonesia menuju masa depan yang gemilang, khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045
Melalui APMIGAZINE Vol 2, kami ingin mengapresiasi sekaligus menginspirasi generasi muda lainnya dengan menampilkan kisah dan karya peneliti muda yang penuh semangat dan dedikasi Setiap penelitian yang mereka lakukan bukan hanya mencerminkan kerja keras, tetapi juga komitmen untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat Harapan kami, cerita-cerita inspiratif dari para peneliti muda ini dapat memotivasi pembaca untuk terus berkarya dan percaya bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini akan membawa dampak besar di masa depan
Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penerbitan majalah ini Terima kasih kepada para penulis yang telah membagikan karya dan pandangannya, kepada tim redaksi yang bekerja tanpa lelah untuk memastikan kualitas terbaik, APMIGAZINE Vol 2 dapat menjadi wadah inspirasi, kolaborasi, dan diskusi bagi para pembaca
Akhir kata, mari bersama kita dorong lebih banyak anak muda untuk berani bermimpi, berinovasi, dan menjadikan riset sebagai alat untuk membangun bangsa Dengan semangat kolaborasi dan kerja keras, Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar impian, tetapi tujuan nyata yang dapat kita capai bersama
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam hangat, Redaksi APMIGAZINE
ICHAKHAERUNNISA MENEPISFASILITASTERBATAS, MENGGAPAIMIMPITAKTERBATAS

Icha Khaerunnisa, seorang mahasiswa Keperawatan di Universitas Diponegoro, telah menorehkan prestasi yang menginspirasi, bukan hanya sebagai mahasiswa yang berdedikasi, tetapi juga sebagai peneliti muda berbakat Kini, sebagai mahasiswa, ia terus melangkah lebih jauh dalam dunia penelitian, membagikan inspirasi dan pelajaran berharga bagi generasi muda yang ingin mengikuti jejaknya sebagai peneliti
Pengalaman Awal yang Membangkitkan
Semangat
Perjalanan Kak Icha dalam dunia penelitian berawal dari mimpi sederhana saat SMP. Ia memiliki keinginan kuat untuk masuk SMA favorit dengan syarat prestasi tingkat provinsi atau nasional. Meski merasa tak cukup kuat di bidang akademik untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Kak Icha tak menyerah Ia memilih jalur lain dengan mencoba Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI)
Awal dari usahanya masih tidak berbuah manis, Kak Icha gagal lolos finalis saat SMP dan kembali gagal di kelas 10 SMA Namun, kegagalan ini justru memicu semangatnya Kak Icha terus berusaha, hingga akhirnya merebut medali perak pada ajang Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Tidak berhenti di situ, Kak Icha juga berhasil merebut medali perunggu pada ajang OPSI saat di kelas 11 Ia mulai menyadari kecintaannya pada penelitian Baginya, menang atau kalah bukanlah fokus utama, yang penting adalah ikut serta dan berkontribusi. "Rasanya senang bisa ikut berkontribusi, apalagi hingga tahap nasional," ungkap Kak Icha. .
Hadiah yang diperolehnya pun menjadi simbol kemandirian, membantu mewujudkan impiannya untuk membeli laptop pertama dari hasil jerih payahnya.
Dibesarkan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) membuat perjalanan Kak Icha dalam penelitian penuh tantangan Dukungan dinas pendidikan terbatas, fasilitas minim, dan tak ada mentor berpengalaman yang bisa membimbingnya "Di daerah saya, penelitian bukan hal yang banyak disentuh, apalagi mendapat fasilitas lengkap," ujarnya Namun, keterbatasan itu justru menguatkan tekadnya Ia gigih meyakinkan pihak sekolah untuk memberi dukungan dana, mencari rekan penelitian yang bisa berkomitmen, dan belajar secara otodidak “Belajar sendiri memang sulit, tapi justru ini membuatku semakin mencintai dunia penelitian,” tuturnya
Melawan Batas: Tantangan di Daerah 3T

Makna Keberhasilan dalam Penelitian
Bagi Kak Icha, penelitian bukan soal berhasil atau gagal Ia melihat bahwa di dunia penelitian, keberhasilan bukanlah satu-satunya tujuan Bahkan dalam skala besar, penelitian tidak selalu memberikan hasil yang sukses atau langsung diterapkan Namun, baginya, kontribusi terhadap masyarakat adalah yang utama “Untuk lomba mungkin harus sukses dan diterapkan, tapi di luar itu, penelitian adalah proses belajar,” tegasnya
Mimpi Menjadi Peneliti dan Dosen
Ketika ditanya tentang impiannya, Kak Icha menjawab dengan penuh keyakinan: “Saya ingin menjadi peneliti murni dan dosen.” Kak Icha membayangkan suatu hari, dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, ia bisa menjadi dosen yang tidak hanya mengajar tetapi juga menginspirasi, mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan berkontribusi lebih bagi dunia pendidikan dan penelitian. Bagi Kak Icha, dunia penelitian adalah panggilan jiwa yang ingin ia teruskan dan tularkan.
Pandangan Baru Tentang Penelitian di Bangku Kuliah
Masuk ke perguruan tinggi membukakan wawasan baru bagi Kak Icha Di jurusan Keperawatan, ia bertemu dengan jenis penelitian yang berfokus pada bidang sosial, berbeda dengan apa yang sebelumnya ia kenal Meski awalnya kaget, pengalaman ini memberinya cara pandang yang baru “Dulu saya berpikir penelitian selalu eksperimental, ternyata kualitatif pun menarik. Di sini, saya bisa lebih mendalami dan memahami masyarakat secara langsung,” jelasnya. Perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif kini menjadi fokusnya, dan ia pun mulai lebih menyukai metode kualitatif yang memberikan kebebasan lebih dalam uji coba.
Pentingnya Menyampaikan
Penelitian ke Masyarakat
dengan “Bahasa sederhana”
Menurut Kak Icha, menyampaikan hasil penelitian ke masyarakat adalah tantangan yang tidak kalah penting. Dalam pandangannya, komunikasi yang baik dapat memudahkan masyarakat untuk memahami dan menerima manfaat dari penelitian “Jika untuk akademisi, saya membuat artikel ilmiah. Tapi kalau untuk masyarakat umum, saya pakai bahasa yang sederhana, seperti di media sosial atau leaflet,” ujarnya Bagi Kak Icha, medium yang tepat dan bahasa yang mudah dipahami sangat penting untuk menyebarkan hasil penelitian agar berdaya guna.
Pesan untuk Generasi
Muda: Mulai Tanpa Ragu
Kak Icha menyadari bahwa kendala dana sering menjadi momok bagi peneliti muda. Namun, ia ingin menekankan bahwa semua bisa terwujud selama ada niat dan usaha “Dahulu, dana adalah kendala besar bagi saya, tetapi sekarang saya sadar bahwa dana bukanlah segalanya. Mulai saja, kesuksesan tidak menanti tapi dicari,” pesan Kak Icha untuk generasi muda yang bermimpi terjun ke dunia penelitian
KHOLISHAHUSNASYIHAB:MENDEDIKASIKANDIRI UNTUKMEMBUMIKANPENELITIANDANMENGINSPIRASI
PERUBAHANMELALUIRISETDANINOVASI
Kholisha Husna Syihab dengan nama panggilan Kholisha, seorang mahasiswi program studi Ilmu Politik di Universitas Indonesia Saat ini, mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Internal di Asosiasi Peneliti Muda Indonesia (APMI) Menilik lebih jauh tentang Kholisha, ia dikenal sebagai seorang aktivis yang senang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat Kholisha juga aktif mengambil peran di organisasi yang berorientasi pada riset dan literasi Adapun topik penelitian yang ditekuni, mencakup politik domestik dengan fokus pada demokrasi dan perilaku pemilih
Perkenalannya dengan riset telah memengaruhi hidupnya sejauh ini. Dimulai ketika masih menjadi siswi di SMAN 1 Selong–salah satu sekolah menengah atas di Nusa Tenggara Barat, ia dan rekannya dengan bimbingan guru serta mentor, berhasil menyelesaikan penelitian dan menoreh prestasi pada ajang Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia tingkat nasional. Sejak saat itu lah, ia memahami bahwa proses dan hasil penelitian memiliki manfaat yang luar biasa Tidak hanya melatih cara berpikir ilmiah dan menulis sistematis, tidak hanya menghasilkan berlembar tulisan yang tiap bagiannya menyimpan kebermanfaatan, tetapi juga menguatkan kepribadian menjadi lebih teliti, berintegritas, berdedikasi, serta bertanggung jawab Kholisha percaya bahwa proses penelitian senantiasa diperlukan Bahkan tidak lepas dari keseharian Itu sebabnya, hingga saat ini, ia mendedikasikan dirinya untuk #membumikanpenelitian melalui APMI dan organisasi/kegiatan lain yang diikutinya
Bagi Kholisha, sebuah inisiasi kegiatan maupun program, harus dilandasi dengan pertanyaan: “Mengapa perlu dilaksanakan?”, dan di setiap keterlibatannya dalam menginisiasi maupun mengeksekusi kegiatan serta program, harus memiliki latar belakang yang sesuai situasi ;apangan sebagai landasan untuk dilakukan Hal ini untuk memastikan kebermanfaatan yang tepat sasaran dan berkelanjutan

APMI dan Upaya #MembumikanPenelitian
Sejak tahun 2022, Kholisha telah terlibat berbagai kegiatan yang diinisiasi di APMI Selain itu, Kholisha kerap menjadi perwakilan APMI dalam kegiatan dan program dari Pusat Prestasi Nasional serta Balai Pengembangan Talenta Indonesia yang bertujuan untuk memperkuat komitmen dalam memajukan riset dan inovasi, khususnya bagi kawula muda Ia benar-benar berupaya memastikan APMI menjadi wadah yang memperluas jangkauan dalam berbagi pemahaman tentang penelitian, serta mengejawantahkannya menjadi dampak nyata yang tidak hanya bermanfaat bagi kehidupan pribadi, tetapi juga berkontribusi pada negeri
Riset Menjadi Titik Balik Kak Lisha

Kholisha membuktikan sendiri bagaimana penelitian menjadi bagian yang mengantarnya pada berbagai kesempatan Beberapa dampak positif tersebut, diantaranya menjadi penerima tiga beasiswa selama perkuliahan, yakni:
Beasiswa Pendidikan Indonesia, Beasiswa Aktivis Bakti Nusa
Female Future Leader dari XL Axiata.
Ia juga berkesempatan lolos program Magang & Studi Independen Bersertifikat dengan posisi Politic Research Analyst. Selain itu, ia menjadi inisiator dari program Pemilih Berjaya dan Jejak Gangga yang mana sebagai wujud kontribusinya terhadap sekitar. Untuk itu, Kawan APMI yang memiliki harapan yang sejalan dengan visi APMI, yakni membumikan penelitian di Indonesia, mari kita rapatkan barisan dan bersiap memperkokoh peradaban dengan menjadi insan yang berpegang teguh pada prinsip keilmiahan.
"Penelitian bukan sekadar lembaran tulisan, tetapi perjalanan yang melatih kepribadian, menguatkan integritas, dan menanamkan
dedikasi Karena sejatinya, ilmu bukan hanya untuk dipahami, tetapi untuk memberikan dampak nyata bagi negeri."

PIJAKAN BERARTI DALAM BERPRESTASI TANPA PRIVILEGE ORANG TUA YANG MEMBUKA GERBANG
MENUJU KAMPUS DAN BEASISWA IMPIAN
“Nikmati prosesnya, fokus pada tujuannya, dan jangan lupa berdoa”
Atilla Radja Satria
Staff Project Management - Biro Riset, Inovasi, Informasi, dan Teknologi
Semanis maupun sepahit apapun waktu mengajak saya berkelana, saya selalu menikmati prosesnya Karena saya yakin bahwa proses tersebut akan menjadi bekal untuk dapat berkembang menjadi manusia yang lebih baik lagi. Namun tentu, tidak hanya menikmati prosesnya, tapi saya juga fokus dengan tujuan disertai doa agar semua menjadi manfaat Walaupun terkadang mendapatkan hasil yang tidak sesuai keinginan, setidaknya saya mendapatkan bekal tambahan untuk menghadapi situasi dimasa depan nanti Motto diatas tercipta pada saat pertama kali saya menduduki bangku SMA dan menjadi pedoman hidup bagi saya hingga saat ini dalam melangkah lebih jauh agar menjadi pribadi

Perjuanganku Tanpa Privilege Orang Tua
Hai, namaku Atilla Radja Satria Aku adalah mahasiswa pada program studi Ilmu Komunikasi Undip 2022 Aku memiliki ketertarikan lebih dalam dunia penelitian. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaanku sejak SMA dalam ajang kompetisi riset Tak jarang ajang kompetisi yang aku ikuti pun memperoleh peringkat juara, hal ini juga yang membuat aku menjadi bagian dari Universitas Diponegoro dan mendapatkan beasiswa berprestasi dari pemerintah yakni Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Jika ditanya “ah pasti berasal dari keluarga berada jadi bisa dapat privilege dari keluarga” “pasti punya banyak kenalan makanya bisa dapat ini itu,”
Dapat aku katakan bahwa aku berasal dari keluarga yang sangat sederhana, tidak miskin, namun tentunya sangat jauh dari kata kaya Orang tua ku selalu berupaya untuk selalu mencukupi kebutuhan dasarku, dan aku tahu bahwa untuk mencapai segala sesuatu diperlukan usaha dan pengorbanan

Meneliti Membuka Jalan: Dari Lomba ke Beasiswa dan Kampus Impian
Mereka selalu menyampaikan kepadaku nilai-nilai kejujuran, kerja keras, dan kemandirian. Ini telah menjadi komponen penting dalam hidupku Ketika aku mengenal dunia Penelitian dan Kompetisi Karya Tulis Akademik (KTI), aku melihatnya sebagai peluang untuk meningkatkan kemampuan dan membuka pintu masa depan Namun, perjuangan ini tidak akan mudah dengan akses koneksi yang terbatas. Tetapi aku tahu satu hal, bahwa menjadi percaya diri dan mau untuk menghabiskan waktu lebih banyak dibandingkan dengan siswa pada umumnya untuk belajar maka akan meningkatkan kemampuan kita
Aku bersyukur dengan berpegang pada hal tersebut untuk bekerja lebih keras, aku berhasil menjadi bagian dari SMA terbaik yang ada di Kota ku Dari sana aku tidak hanya mau mendapatkan label sebagai anak pintar karena dari sekolah yang harum dan terkenal, namun aku ingin menjadi bagian yang mengharumkan nama sekolah Hal yang aku yakini pada saat itu adalah bahwa sekolah ini mendapatkan predikat sebagai sekolah terbaik tentunya bukan tanpa alasan, ada hal yang membuatnya unggul, khususnya dari segi sumber daya manusianya Oleh karena itu hal inilah yang aku maksimalkan untuk dapat meraih ilmu yang sebanyak-banyaknya dari kakak kelas dan tenaga pendidik guna membimbing ku menjadi pribadi yang unggul
Aku masih ingat betul kompetisi KTI pertama yang pernah aku ikuti di tahun 2019, aku meminta tolong dengan kakak kelas untuk menjadi mentor mensukseskan kompetisi tersebut Aku belajar banyak hal darinya mulai dari menyusun ide, membuat kata-kata yang menarik, dan memberi tips guna menghadapi tahap presentasi lomba. Dan alhamdulillah pada perlombaan KTI ini aku berhasil memperoleh juara harapan 2


Aku menyadari bahwa usaha dan konsistensi jauh lebih penting daripada latar belakang Aku tidak hanya mendapat penghargaan juara, aku juga mendapat beasiswa dan di terima di kampus impianku Saat aku akhirnya masuk ke universitas impian, aku tahu perjuangan ini bukan hanya tentang diriku. Ini membuktikan bahwa impian besar bisa menjadi kenyataan meski kita tidak memiliki keistimewaan khusus. Melalui tekad, kerja keras, dan dukungan keluarga yang sederhana dan penuh kasih sayang, aku mengatasi keterbatasan prasangka sosial aku yakin yang penting saat ini bukanlah dari mana kita berasal, tapi bagaimana kita melangkah maju Hak istimewa mungkin mempercepat langkah tersebut, namun upaya selalu menemukan jalannya sendiri
CERITA PENELITI




Penelitian sering dianggap rumit, membosankan, dan membutuhkan waktu yang sangat lama, tetapi bagi saya, itu adalah perjalanan yang mendalam, penuh makna dan tentunya penuh tantangan Bersama partner penelitian saya, kami mengembangkan Sonafire, sebuah game edukasi berbasis audio yang dirancang untuk membantu teman-teman disabilitas netra dalam hal mitigasi kebakaran

Bayangkan jika kamu berada di suatu ruangan yang tiba-tiba dipenuhi asap tebal, pandanganmu gelap, dan alarm berbunyi tanpa henti. Panik, bukan? Kini bayangkan hal yang sama terjadi pada teman-teman tunanetra. Mereka harus mengandalkan pendengaran dan ingatan untuk mencari jalan keluar. Situasi seperti inilah yang menginspirasi kami untuk menciptakan Sonafire. Awalnya, ide untuk mengembagkan Sonafire muncul dari lingkungan terdekat kami, yaitu kakak kelas kami yang merupakan seorang disabilitas netra. Kami menyadari bahwa informasi dan pelatihan mitigasi bencana sering kali tidak ramah bagi penyandang disabilitas Dari situ, kami memutuskan untuk menciptakan sesuatu yang sederhana tetapi bermakna, game edukasi yang tidak hanya menghibur tetapi juga menyelamatkan nyawa
Namun, perjalanan ini tentunya penuh dengan tantangan Kami harus memahami cara kerja navigasi berbasis suara dan memastikan game dapat digunakan secara efektif
Ketika game yang kami buat bersama tim mengalami kendala, kami berdiskusi, mencoba pendekatan baru, dan melakukan revisi hingga game melewati uji validitas dan dinyatakan layak untuk diuji cobakan
Saat memberikan treatment berupa memainkan game Sonafire bersama teman-teman tunanetra di sebuah SLB, momen tersebut menjadi momen yang sangat tak terlupakan bagi saya. Melihat mereka tersenyum, antusias, dan merasa bahwa game ini benar-benar membantu, adalah penghargaan dan pencapaian terbesar bagi saya hingga kini. Pengalaman itu menguatkan keyakinan kami bahwa Sonafire bukan hanya sebuah inovasi, tetapi juga harapan baru bagi mereka yang seringkali terabaikan.

Bagi saya, Sonafire bukan sekadar sebuah penelitian. Ini adalah bukti bahwa dengan empati, kerja sama, dan tekad, sebuah ide kecil bisa berdampak besar. Bagi saya, Sonafire adalah nyala api kecil di tengah kegelapan, membawa harapan bagi mereka yang sebelumnya tak terjangkau oleh cahaya Kami berharap penelitian ini tidak hanya membantu teman-teman tunanetra, tetapi juga menginspirasi orang lain untuk menciptakan inovasi yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat

Dafa dan Tim Meraih Medali Emas pada OPSI 2024
CERITA PENELITI




Hai, kenalin aku Fina Kharisma. Dulu aku pernah diberi kesempatan menjadi finalis OPSI tahun 2020. Yaps, tahun dimana covid melanda dan mematikan semua sektor kehidupan termasuk pendidikan Saat itu, aku masih dibangku sekolah kelas 11 menghabiskan waktuku belajar secara online dan meneliti Tentu, cukup challenging dan jadi kenangan yang gak bakal dilupain sampai sekarang.
Perjalanan risetku dimulai dari kondisi saat covid-19, dimana terjadi kelangkaan masker yang sangat parah hingga dunia medis pun juga sempat kosong stok Padahal, kondisi pandemi yang luar biasa itu, menuntut dan mewajibkan semua orang untuk mengenakan masker dan menjaga jarak dengan orang lain. Tentu kondisi ini menjadi suatu ironi permasalahan, yang perlu diselesaikan, salah satunya dengan membuat alternatif masker Dan yah, aku dengan temenku membuat inovasi penelitian dengan memanfaatkan selulosa daun nanas sebagai alternatif microfilter masker
Penolakan Laboratorium Bukan Akhir Perjalanan
Singkat cerita, proposal kami masuk daftar tim OPSI kategori MST Rasa Syukur dan bangga kami rasakan Ketika melihat pengumuman Bagaimana tidak, ini adalah percobaan kedua setelah percobaan pertama submit proposal kami gagal Oke, selanjutya yang kita pikirkan adalah melakukan dengan baik penelitian yang sudah kami tulis itu Namun, kita diharapkan dengan berbagai hambatan, rintanga, tantangan ketika itu Karena semua laboratorium yang sudah kami hubungi menolak dengan alasan covid-19. Penelitian kami sempat mangkrak sekitar 3 minggu karena menunggu konfirmasi lab uji. Alhasil kita lapor dan meminta solusi ke @puspresnas dan pada akhirnya pihak pusat menyarankan para siswa OPSI melakukan penelitian yang sederhana namun sesuai dengan prosedur
Pada penelitian berlangsung kami melakukan penelitian dan persiapan preparasi di laboratorium IPA di sekolah Dan pada akhirnya kita mendapat laboratorium yang masih open yakni di Unversitas Muhammdiyah Malang dan Universitas Negeri Malang untuk mengujikan penampang microfilter pada sediaan produk yang kita buat Dan alhamdulillah, penelitian selesai selanjutnya pengerjaan hasil dan pelaporan. Singkat cerita, akhirnya tim ku lolos jadi finalis OPSI tahun 2020 Namun, kita sedih banget karena finalnya dilakukan secara daring

Meskipun, kita gagal dapet medali ketika itu tapi pengalaman menjadi peneliti di OPSI menjadi gerbang dan langkah awalku mencintai dunia penelitian sains dan karya tulis ilmiah Dan benefit yang lain, aku bisa bergabung ersama komunitas APMI yang isinya tementemennya keren abis
Dari kisaku tadi, banyak hal yang aku pelajari menjadi seorang peneliti Seorang peneliti harus sabar dan jujur Peneliti itu harus sabar menghadapi drama dari A-Z seperti dikondisi waktu itu Ketika covid Peneliti itu harus jujur maksudnya peneliti boleh salah, tapi gak boleh bohong. Oke, sekian ceritaku first time menjadi seorang peneliti
CERITA PENELITI




Kenalin aku Rafi Maulana, seorang mahasiswa S1 Kedokteran Universitas Andalas yang sekarang sedang menempuh semester 6 Dari kecil aku orang yang kepo tentang banyak hal dan selalu bertanya “kok bisa gitu yak?” “kok bisa gini ya?” “ini kalau campur jadi apaya?” Pertanyaan pertanyaan itu kadang yang bikin pusing ayah bundaku, tapi dari rasa penasaranku yang besar ternyata membawaku ke titik yang sekarang dan menjadi kunci kesuksesanku dalam mencapai banyak hal
Berawal dari Ojek Online sampai Ketagihan Lomba
Karir penelitiku dimulai dari aku yang gagal menang lomba olimpiade IPS ketika aku duduk di bangku MtsN 1 Kudus yang kemudian iseng iseng ngeiyain permintaan pebimbing olimpiadeku untuk mewakili sekolah dalam ajang social project tentang fenomena sosial ojek online dan ojek pangkalan. Dari lomba tersebut aku langsung dapat juara pertama dan penghargaan spesial peserta terbaik, sehingga meningkatkan rasa percaya diriku untuk ikut lomba lomba seperti ini lagi
Long story short, Aku melanjutkan pendidikan ke MAN yang lokasinya hanya berseberangan dengan MTsN tempatku bersekolah dulu Meskipun bukan sekolah yang awalnya kuinginkan, ternyata rencana Allah selalu indah MAN 2 Kudus memiliki tagline "Madrasah Berbasis Riset", dan di sana terdapat mata pelajaran riset dalam jadwal sekolah Hal ini membuatku tertarik untuk mencoba mengikuti perlombaan yang bernama ISFA
Awalnya, jalanku tidak selalu mulus. Aku gagal menjadi finalis di perlombaan tersebut. Tak menyerah, aku mencoba lagi dengan mengikuti NYIA yang diadakan oleh LIPI, namun gagal lagi. Meski lelah, aku tetap bersyukur karena memiliki keluarga dan guru-guru yang selalu mendukungku.
Salah satu momen yang paling membekas dan kembali membangkitkan semangatku adalah nasihat dari bundaku Beliau berkata, “Sukses itu butuh awal, dan gagal mungkin adalah awal dari sukses itu Yang penting kamu nggak nyerah, Kak Habiskan jatah gagalmu biar nanti tinggal suksesnya” Kata-kata itu seperti sihir bagiku, menyulut semangatku untuk terus mencoba dan tidak menyerah
Terancam Tidak Boleh Ikut Lomba Jika Tidak Menang
Memasuki kelas 11 awal aku dihubungi guruku untuk ikut lomba yang mana itu menghabiskan waktuku untuk harus dilab dan presentasinya menggunakan Bahasa inggris. Aku takut sekali waktu itu ditambah kepala programku ternyata tidak terlalu suka aku ikut lomba lomba, ditengah tengah persiapan lomba aku dipanggil untuk menghadap ketua program yang intinya aku tidak boleh ikut lomba lomba gitu soalnya mengganggu program kelas yang aku jalani Namun disitu aku melawan, dan akhirnya aku diminta buat surat pernyataan bertanda tangan materai yang isinya aku harus menang lomba itu, jika tidak aku ga boleh ikut lomba lagi, kemudian aku harus mencapai target hafalan, dan tidak boleh turun dari rangking paralel 90 besar Pressure? PASTI tapi ternyata kalau ada kemauan pasti ada jalan, alhamdulillah semua Allah mudahkan Lomba itu aku menangkan dan mendapat medali silver, kemudian ketika lulus aku capai target hafalan, serta rangkingku masih diantara 90 besar itu Dari lomba itu aku akhirnya dapat patner yang super duper keren namanya Almas dan ikut beberapa lomba lagi, alhamdulillah semasa MAN aku dapat Special Awards NYIA tahun 2021, Finalis KoPSI FTR 2021, Finalis KRENOVA dengan 3 judul lolos. Meskipun di perjalanannya ga mudah banyak orang yang gasuka dengan kekalahanku sampai bilang ”kamu lomba terus tapi kok ga menang menang ya?” Ya gimana ya, maunya juga menang tapi kalau belum rejeki ya gimana? Untungnya sebagian besar orang disekelilingku mendukung dan support aku untuk tidak menyerah, terima kasih orang bnaik

Dari prestasi dan rangking yang bagus itu aku dapat kouta SNMPTN, awalnya aku bingung mau milih mana dan akhirnya setelah mengingat, menimbang, dan memutuskan aku ambil Kedokteran Selama pencarian kuliah aku sempet diremehkan, sampai-sampai guru bimbelku tertawa saat aku bilang mau daftar kedokteran, dia bilang ”Kamu gabakal lolos kedokteran, ambil teknik aja ya apalagi jalur prestasi, prestasimu gabikin kamu lolos kedokteran” sedikit sakit hati, tapi dari diremehkan itu aku jadi berjanji ke diriku sendiri bahwa aku akan lolos kedokteran entah lewat jalur apapun itu. Sebuah keajaiban dari prestasi lomba penelitian itu, aku bisa lolos ke S1 Kedokteran UNAND melalui jalur prestasi tanpa uang pangkal, selain itu dari prestasi ini aku juga lolos di beberapa program studi di UGM, UB, UPNVY, UM, UNSOED, UNPAD, UNAIR, UNNES melalui jalur prestasi sampai ditawarin beasiswa.
Sekarang aku juga masih aktif meneliti dan mengikuti beberapa lomba yang membawaku mendapat 32 sertifikat dan 3 publikasi Q1 di S1 Kedokteran dari semester 1 hingga sekarang Selain lomba, dari meneliti aku juga udah bisa wujudtin impianku untuk jalan jalan ke beberapa daerah di Indonesia hingga ke Luar Negeri dengan gratis. Untuk sekarang aku sudah mulai menyusun skripsi dengan penelitian payung dosen, dengan dosen yang sering membimbingku dalam meneliti dan lomba. Sungguh rencana Allah selalu baik, Allah tidak kasih yang kita inginkan tapi Allah kasih yang kita butuhkan




Jadi dari ceritaku ini, aku ingin bilang bahwa berani dan tidak menyerah adalah sifat peneliti yang akan membawamu mencapai apa yang kamu inginkan Selain itu, menjadi peneliti itu sangat asyik karena kadang kita yang selalu menerima fenomena menjadi tahu ”kenapa fenomena itu terjadi.” Dan satu hal juga yang aku syukuri dari menjadi peneliti adalah menjadi bagian dari APMI selama 3 periode, karena dari APMI aku ketemu banyak orang keren di bidangnya yang tidak pelit ilmu dan mau sukses bareng bareng

DARI KOPSI MENUJU INFINITY: PERJUANGAN ANAK DESA
BERMODALKAN AMBISI
DAN
KEBERANIAN
Muh Rizal
PJ Regional Sulawesi - Biro Hubungan dan Regional Menuju Tak Terbatas dan Melampauianya -Buzz Lightyear
Muh Rizal atau akrab disapa Icall merupakan seorang siswa desa yang punya ambisi tinggi dan turut mencoba banyak hal Saat kecil ical merupakan seorang anak desa pada umumnya, hanya ada sekolah dan main keliling kampung Beberapa kali Ical mencoba untuk meraih prestasi di masa sekolahnya, mulai dari Olimpiade hingga Pramuka Namun tak dapat dipungkiri berbagai keterbatasan (Misalanya sarana, Ilmu dan tempat belajar hingga ekonomi) menjadi penyebab mimpi harus dibatasi pada tingkatan tertentu Satu hal yang menjadi patokan saat itu adalah “Tiap Orang Punya Masa nya dan Tiap Masa adalah bagian dari apa yang di impikan”
Sadar akan keterbatasan tersebut Ical justru makin berambisi untuk mencapainya, sejak gagal dalam berbagai kompetisi semasa SD-SMP, Ical berambisi untuk memaksimalkan usaha di masa SMA dalam sebuah misi yang diberi nama Keliling Indonesia Jalur Prestasi Misi ini diawali dengan keaktifan di internal sekolah dengan tujuan untuk memperoleh relasi yang menjadi awal untuk mulai melangkah di tingkat yang lebih luas saat itu penelitian merupakan sebuah hal yang asing Berawal dari ajakan kakak kelasnya, Ical kemudian memutuskan untuk memulai meski masih tebilang kosong dengan bermodalkan kalimat “mulai mi dulu, hasil belakangan”
Sejak awal berbagai tantangan dihadapi, seperti pemilihan tim yang hanya sesama siswa baru serta ide sederhana yang muncul dari pertanyaan dikelas “Emang fungsinya belajar trigon apasi??” agar realistis dapat dikerjakan Setelah mempelajari panduan dan literature proposalpun dikerjakan secara perlahan di sela kegiatan organisasi hingga mampu diselesaikan tepat waktu
Pasca proposal dinyatakan lolos dengan berbagai saran tambahan dari reviewer, penelitianpun dimulai dengan memperkaya studi literature yang sangat dibantu oleh pendamping
serta pihak sekolah yang tetap memberi ruang meski berlaku New Normal. Proses pembuatan alat yang menjadi output utama berhasil dibuat dengan bantuan keluarga yang berprofesi terkait. Dalam proses validasi instrumen, kami cukup kewalahan dengan ketidaktahuan kami. Alat ini kemudian divalidasi dengan bantuan guru dalam hal keilmuanya dan teman organisasi dalam pengambilan data untuk berbagai uji. Penelitian diakhiri dengan finalisasi laporan yang secara subtansi dibantu oleh guru pendamping dan guru bahasa dalam hal penulisan
Dasar keilmuan dan hasil yang minim serta banyaknya tantangan yang dihadapi tidak memberi harapan lebih bagi kami, guru, dan sekolah, terlebih sekolah yang sudah lama tidak mengirimkan perwakilan pada kompetisi setingkat itu Saat pengumuman keluar nyatanya hasil diluar dugaan, untuk pertama kali sejak puluhan tahun, kami mampu membuktikan bahwa segala kendala dan keterbatasan mampu dilampau dengan menjadi finalis nasional Meski final sudah diupayakan secara maksimal namun tidak memperoleh hasil lebih, pencapaian ini berhasil merubah mindset kami untuk terus berjuang Kisah ini kemudian menjadi awal dari target terbatas menuju target infinity dan melampauinya. Misi keliling Indonesi jalur prestasi berhasil dicapai pada kempetisi setelahnya, meski harus puas dengan hanya 2 daerah selama SMA karena adanya covid 19 Yang menjadi pembelajaran kisah ini adalah “Keterbatasn tak dapat dihindari karna manusia diciptakan berbedabeda, namun tujuan dan impian tinggi tak boleh dibatasi, dengan semangat, keberanian, serta tekat untuk memulai dan bertahan niscaya kalian akan sampai pada masa itu, tetap semangatt dan jangan berhenti hanya karena satu alasan” ~ icall


CERITA PENELITI



Seperti Elsa dalam Frozen yang mengubah Arendelle dengan kekuatan saljunya, kita semua memiliki kapasitas untuk melewati batasan dan membawa perubahan signifikan dalam hidup Hal ini juga aku alami melalui penelitian, sebuah perjalanan yang tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter akademisku.
Pengalaman pertama aku dengan penelitian dimulai ketika guru sosiologi ku, Ms. Khairunnisak, memperkenalkan Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia. Ajakan tersebut menjadi awal dari babak baru dalam hidupku. Dengan penuh antusiasme, aku mengikuti lomba ini dengan menikmati proses menulis, observasi, hingga pengumpulan data. Meski awalnya bersemangat, perlahan aku sadar bahwa selama ini fokus saya hanya tertuju pada hasil akhir Padahal, esensi dari penelitian justru ada pada proses itu sendiri Aku akhirnya mendapatkan sebuah pelajaran penting : “Focus on the process, and the results will take care of themselves”

Perjalanan ini tidaklah mulus Aku menghadapi banyak banget tantangan, termasuk membagi waktu antara belajar untuk ujian persiapan kuliah dan menyelesaikan penelitian Jujur aja, konflik ini sempat membuat aku kewalahan Tapi kemudian, melalui pengalaman ini, aku belajar untuk menyusun jadwal yang lebih sistematis, sehingga aku mampu menyusun skala prioritasku Rutinitas baru ini memberi aku menjadi orang yang lebih ter-struktur dan fleksibel untuk menangani banyak hal sekaligus. Selain permasalahan yang berasal dari diriku sendiri, bekerja dalam tim penelitian juga membawa tantangannya sendiri. Tidak jarang terjadi miskomunikasi di antara aku dan partner tim ku, bahkan dengan guru pembimbing.
Masalah ini mengajarkan aku tentang pentingnya komunikasi dalam tim. Aku jadi belajar untuk mendengarkan pandangan orang lain tanpa prasangka dan menyampaikan ideku dengan jelas. Aku sadar, teamwork yang baik adalah kunci keberhasilan.
Pengalaman penelitian di SMA ini ternyata sangat memengaruhi perjalanan studi aku di perguruan tinggi Di semester pertama, aku cukup percaya diri untuk ikut lomba karya tulis ilmiah dan bergabung dengan lembaga kajian hukum di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya karena sudah mendapatkan bekal penelitian sejak SMA yang memberikan aku keunggulan dalam metodologi, penyusunan pustaka, dan penulisan penelitian. Aku sadar penelitian pertama yang aku kerjakan dapat menjadi batu loncatan yang memperkuat keterampilan berpikir kritis dan ketekunan, serta membuka wawasan akan pentingnya penelitian dalam memahami dunia.

Karena perjalanan ini, aku dapat menjadi seperti Elsa yang tidak lagi membatasi diri atas kemampuan yang aku punya. :) “Research is not just a task; it’s a journey to discover your own potential.”
SEDENTARY LIFESTYLE TANTANGAN GENERASI EMAS 2045
Rafi Maulana
Wakil Kepala Biro Riset Inovasi, Informasi, dan Teknologi
Indonesia sekarang tengah berada di masa bonus demografi yang dimana usia produktif lebih tinggi ketimbang usia non produktif Dengan tagline Indonesia emas 2045, di mana generasi muda diharapkan menjadi pilar utama dalam pembangunan bangsa. Namun, di balik semangat optimisme tersebut, terdapat tantangan pemerintah dalam mewujudkannya. Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia menyebutkan bahwa 1 dari 4 masyarakat Indonesia mengadopsi gaya hidup sedentary. Tentu hal tersebut menunjukkan bahwa di masa kini banyak penduduk usia produktif yang jatuh ke dalam kondisi sedentary lifestyle. Selain itu, perubahan pola makan tradisional ke pola makan barat yang banyak mengandung kalori, lemak, dan kolesterol menjadi tantangan untuk menerapkan hidup sehat
Gaya hidup sedentary, yang ditandai dengan kurangnya aktivitas fisik dan terlalu banyak waktu dihabiskan untuk duduk atau berbaring, Hal ini diperparah dengan penggunaan gadget yang berlebihan, pekerjaan yang menuntut duduk berjam-jam, dan kurangnya fasilitas olahraga yang memadai menjadi beberapa faktor penyebab

Dampak gaya hidup sedentary terhadap kesehatan fisik dan mental sangatlah serius Beberapa di antaranya adalah:
Penyakit Tidak Menular: Risiko terkena penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke meningkat secara signifikan
Obesitas: Penumpukan lemak tubuh yang berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan lainnya
Depresi dan kecemasan: Kurangnya aktivitas fisik dapat memengaruhi kesehatan mental dan meningkatkan risiko depresi dan kecemasan
Produktivitas menurun: Kurangnya energi dan konsentrasi akibat gaya hidup sedentary dapat menghambat produktivitas dan prestasi

dihadapi antara lain:
Kurangnya waktu: Rutinitas yang padat seringkali membuat sulit untuk meluangkan waktu berolahraga.
Kurangnya motivasi: Memulai kebiasaan baru membutuhkan motivasi yang kuat.
Kurangnya fasilitas: Terbatasnya fasilitas olahraga yang memadai di beberapa daerah
Pengaruh budaya: Budaya konsumtif dan hedonis yang menonjolkan gaya hidup santai
Sehingga untuk mengatasi masalah gaya hidup sedentary, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan individu sendiri, dengan
Pemerintah perlu gencar mempromosikan pentingnya aktivitas fisik dan menyediakan fasilitas olahraga yang memadai, merupakan salah satu upaya preventif untuk menanggulangi tingginya angka PTM di Indonesia
Memasukkan Olahraga dalam kurikulum pendidikan di semua jenjang
Kampanye tentang bahaya gaya hidup sedentary dan manfaat aktivitas fisik
Dukungan keluarga dan teman untuk menjalani gaya hidup sehat Gaya hidup sedentary mengancam generasi emas 2045 Untuk mewujudkan Indonesia Emas, kita perlu beralih ke gaya hidup aktif agar generasi muda sehat, produktif, dan siap memajukan bangsa
Mengubah gaya hidup sedentary menjadi lebih aktif bukanlah hal yang mudah, kadang juga memiliki tantangan yang perlu

EKSPEDISI ILMU PENGETAHUAN MEMBUKA PARADIGMA BARU DALAM PENGEMBANGAN
TEKNOLOGI INOVATIF
Mia Setivani Eka Wijaya
SMA Negeri 02 Batu
Ilmu pengetahuan dan teknologi saling berkaitan, membentuk satu kesatuan yang tak terpisahkan Ilmu pengetahuan bertujuan memahami dunia melalui metode ilmiah, sedangkan teknologi mengaplikasikan pengetahuan untuk kepentingan praktis Dalam pengembangan inovasi, ekspedisi ilmu pengetahuan berperan penting sebagai pemicu perubahan paradigma
Paradigma dalam sains dan teknologi adalah kerangka berpikir yang mendominasi suatu era Menurut Thomas Kuhn dalam The Structure of Scientific Revolutions, transformasi paradigma terjadi saat anomali dalam penelitian menantang teori lama dan mendorong munculnya teori baru Ekspedisi ilmu pengetahuan, dengan sifat eksploratifnya, sering kali menghasilkan temuan yang mengubah cara pandang kita terhadap dunia
Sejarah menunjukkan bahwa keingintahuan manusia menjadi pemicu inovasi Contohnya, penemuan mesin uap di era eksplorasi laut mendorong revolusi industri Ekspedisi ilmu pengetahuan cenderung menghasilkan inovasi radikal karena mengungkap pengetahuan dasar yang belum diketahui sebelumnya Misalnya, eksplorasi laut dalam telah mengungkap ekosistem unik yang memicu perkembangan bioteknologi, sementara penelitian luar angkasa membuka wawasan baru tentang fisika melalui temuan lubang hitam dan materi gelap

Selain penemuan baru, ekspedisi ilmu pengetahuan mendorong transformasi paradigma melalui pengembangan metodologi dan instrumen canggih Kemajuan dalam mikroskopi dan spektroskopi, misalnya, memungkinkan analisis material pada tingkat atom dan merevolusi bidang Inanoteknologi nterdisiplin juga menjadi faktor penting dalam inovasi Penelitian kecerdasan buatan (AI), misalnya, melibatkan kombinasi ilmu komputer, matematika, psikologi, dan neurosains Kolaborasi lintas bidang mempercepat lahirnya wawasan baru yang berpotensi mengubah paradigma ilmiah dan teknologi Namun, transformasi paradigma bukanlah proses instan Interpretasi data, pengembangan teori baru, dan penerimaan komunitas ilmiah memerlukan waktu dan perdebatan Resistensi terhadap perubahan bisa menjadi tantangan yang memperlambat kemajuan
Kesimpulannya, ekspedisi ilmu pengetahuan memainkan peran kunci dalam inovasi teknologi. Dengan menghasilkan penemuan baru, mengembangkan metodologi, serta mendorong kolaborasi interdisipliner, ekspedisi ini membuka jalan bagi perubahan paradigma yang mendukung kemajuan teknologi dan peradaban manusia. Oleh karena itu, investasi dalam riset dasar dan eksplorasi ilmiah merupakan strategi penting untuk masa depan.



“Nikah
muda itu menyenangkan loh”
“Mending nikah muda daripada jadi perawan tua”
Ucap sebagian perempuan yang sudah melakukan pernikahan dini, mereka melakukan banyak sekali pembelaan serta menjatuhkan sesama perempuan dengan tujuan “mencari teman senasib” dan membawa dalih agama “daripada zina” dan lain sebagainya
Akhir akhir ini banyak sekali pernikahan dini, dari perjodohan orang tua, atau “married by accident” keduanya sama sekali tak dibenarkan dan lagi lagi perempuan yang harus menanggung segalanya, menanggung malu, menanggung rasa sakit, menanggung rasa sakit emosional dikarenakan mentalnya yang belum siap untuk menikah
Ditambah kebutuhan rumah tangga yang tidak membutuhkan biaya sedikit, biaya anak, listrik, kebutuhan dapur, dan kebutuhan lainnya. Dalam hal ini bukan perempuan saja yang akan dirugikan, bahkan anak yang tidak mengetahui apapun saja ia akan dirugikan juga, dirugikan dalam hal pendidikan nya tak tuntas karena masalah ekonomi, bekerja sejak dini, dan didikan orang tuanya yang masih belum bisa mengatur emosinya sendiri
Pengaruh lingkungan pun juga turut serta dalam kasus ini, banyak sekali pergaulan bebas diluar sana, menormalisasikan bermain dengan lawan jenis di dalan ruangan yang tertutup dengan alasan “kita kan ga melakukan apa apa” that's a classic reason bro, di dalam ruangan tertutup pasti banyak banget godaannya, apalagi dengan lawan jenis
Pertanyaan lain yang tidak kalah mengelitik, “kok udah umur segini belum punya pacar?” “kok udah umur 27 belum ada suami? Awas nanti jadi perawan tua loh” Kalo kita sekarang nikah memangnya mereka mau biayain rumah tangga kita? Memangnya biaya rumah tangga ga mahal? Memangnya kita ga butuh pengetahuan buat urus anak? Butuh. Kita perlu pengetahuan buat urus anak, biar kita tahu makanan apa yang bergizi yang cocok buat tumbuh kembangnya, gimana cara ngadepin anak tantrum, kalo ga siap yang ada sama sama tantrum nanti. Aspek parenting itu penting kalo mau nikah.
Dari pernikahan dini perempuan akan selalu dirugikan, kehilangan masa muda yang seharusnya belajar, bersenang senang, melakukan hal yang diinginkan, hang-out sama teman teman. Semuanya sirna kalo nikah muda, mungkin beberapa ada yang masih diizinkan sama suaminya, tapi ga sebebas dulu kan? Selain itu, stress yang berkelanjutan, dikarenakan mental yang belum stabil untuk membina rumah tangga. Masalah lain muncul seperti, tubuh yang merasakan sakit pasca melahirkan, yang cukup umur untuk menikah saja ia masih ngerasain sakit yang amat luar biasa di tubuhnya, bagaimana jika yang belum cukup umurnya?
Terakhir, mari berandai-andai jika suamimu itu selingkuh, dan tak mau membiayai kehidupanmu dan anakmu lagi, bagaimana kehidupanmu selanjutnya? sayang sekali bukan? Kau mengorbankan masa muda mu yang harusnya mencari ilmu, memperbanyak pengalaman serta mencari uang yang bisa kamu gunakan untuk investasi jangka panjang sirna karena harus menikah dengan suamimu yang selingkuh itu? Atau suamimu berumur tak panjang, dan keluarganya mengambil semua harta warisan yang harusnya menjadi milik anakmu Apa lagi yang akan kau lakukan selain mencari pekerjaan agar kamu dan anakmu bisa makan?

Maka sekali lagi, tolong untuk pertimbangkan lagi hal ini. Dalam aspek pergaulan, lingkungan sekitar, dan orang tua yang menjodoh jodokan anaknya. Ketiga hal itu memicu pernikahan dini yang semakin lama akan semakin di normalisasikan di Indonesia. Dan zaman nya akan menjadi seperti saat perang lagi, dimana perempuan hanya akan menikah menikah menikah, tanpa adanya pendidikan yang cukup.
Perempuan yang Dirugikan
Titik Balik


Di era globalisasi ini, sains dan teknologi telah menjadi landasan utama dalam menjawab tantangan dunia. Teknologi telah menyentuh berbagai aspek kehidupan kita, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga perubahan iklim, sains dan teknologi memberikan solusi revolusioner Namun, sebuah pertanyaan utama yang perlu dijawab adalah bagaimana kita dapat memperkuat ekosistem riset dan inovasi untuk mengarungi tantangan global yang semakin kompleks ini?
Tren yang muncul saat ini menjadi sorotan adalah transformasi digital dan kecerdasan buatan atau dikenal dengan Artificial Inetegency (AI) Kita telah banyak menyaksikan bagaimana teknologi ini membawa perubahan-perubahan besar, mulai dari sistem perawatan kesehatan berbasis data hingga kendaraan otonom Namun, dari adanya hal tersebut muncul pula kekhawatiran seperti bagaimana memastikan teknologi ini berkembang secara etis, inklusif, dan berkelanjutan?
Di sinilah peran ekosistem riset yang tangguh menjadi penting Ekosistem riset yang kuat itu bukan hanya melibatkan para ilmuwan dan akademisi, tetapii juga pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat umum Kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk menciptakan inovasi yang tidak hanya canggih tetapi juga relevan dengan kebutuhna masyarakat saat ini
lSebaliknya, negara berkembang sering kali terkendala oleh keterbatasan anggaran, kurangnya akses ke teknologi, dan minimnya sumber daya manusia yang terlatih Untuk mengatasi hal tersebut, perlunya diperhatikan penguatan kolaborasi internasional dalam riset dan teknologi Transfer pengetahuan dan teknologi dari negara maju ke negara berkembang harus dilakukan dengan adil dan berkelanjutan
Di Indonesia sendiri, penguatan riset dan inovasi sains dan teknologi menjadi tantangan sekaligus menjadi peluang yang besar Contoh nyata adalah inovasi di bidang teknologi pangan dan energi terbarukan Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar dalam teknologi berbasis keberlanjutan Namun, hal ini membutuhkan investasi yang besar dalam riset, dukungan regulasi yang jelas, dan kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta.
Perspektif baru yang perlu diusung adalah paradigma "sains untuk semua" Inovasi teknologi tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir pihak Teknologi harus dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat luas, seperti menciptakan akses pendidikan yang merata melalui platform digital, atau mengembangkan solusi kesehatan yang terjangkau berbasis teknologi
Salah satu isu penting yang sering diabaikan adalah kesenjangan inovasi antara negara maju dan berkembang Negara maju, dengan infrastruktur riset yang mumpuni, mampu memanfaatkan teknologi mutakhir untuk mendominasi pasar global.
Pada akhirnya, menjelajahi dunia melalui penguatan ekosistem riset dan inovasi adalah langkah strategis untuk menciptakan masa depan yang lebih baik Dunia yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis pengetahuan hanya dapat tercapai jika kita mampu mengintegrasikan sains dan teknologi ke dalam setiap aspek kehidupan manusia dengan cara yang bijaksana Dengan adanya ekosistem riset yang kokoh, kita tidak hanya membangun masa depan yang lebih cerah, tetapi juga memberikan warisan berharga bagi generasi mendatang Mari kita tidak hanya mennjadi pengguna tetapi juga sebagai pencipta Karena hanya dengan teknologi kita bisa mewujudkan dunia yang lebih baik, lebih inklusif dan tetap berkelanjutan
BERPETUALANG MENEROBOS BATAS WAKTU DENGAN RISET
Oktaviani Jovita Ndale Staff Media and Visual APMI
Berpetualang bukan hanya aktivitas menyusuri suatu tempat dengan berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya Melalui riset, seorang peneliti bahkan bisa menerobos batas waktu dan menjelajahi dunia yang pernah ada menilik kembali sejarah dan memahami kehidupan mereka yang kini kita sebut sebagai manusia purba Dalam banyak literatur sejarah, hubungan manusia modern dan manusia purba terbilang sangat dekat Kita yang saat ini dengan bangga melakukan berbagai pekerjaan dengan segala kecanggihan teknologi, adalah bagian dari evolusi panjang berabad-abad silam Apa yang ada saat ini dapat dipahami keberadaan mula-mulanya melalui proses panjang yang disebut riset.
Seorang paleoantropologi berkebangsaan Belanda, Eugene Dubois, berhasil menemukan fosil manusia purba di Indonesia yang diberi nama Pithecanthropus erectus pada pertengahan 1980 an. Lebih dari tiga dekade pasca penemuan fosil tersebut, kali ini seorang ahli paleontologi berkebangsaan Jerman, Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald, menemukan fosil tengkorak di lokasi yang sama dengan penemuan fosil Pithecanthropus erectus. Ia pun menamai temuannya Pithecanthropus II. Penemuannya tersebut memberikan warna baru dalam sejarah bangsa Indonesia Para ilmuwan kemudian mulai merekonstruksi bagaimana perawakan manusia Indonesia pada zaman prasejarah Tidak berhenti sampai disitu, perjalan menyusuri lorong waktu terus berlanjut Melalui penemuan dan penelitian dengan menggunakan bukti-bukti peninggalan kehidupan zaman purba, manusia modern mulai memahami bagaimana nenek moyangnya menjalani kehidupan ribuan tahun silam
Berdasarkan jejak-jejak peninggalan kebudayaan yang ada, kita bisa membayangkan kehidupan manusia saat itu Salah satu peninggalan zaman batu besar (Megalitikum) yang mengungkap kebudayaan manusia yang hidup di zaman itu adalah Menhir, sebuah monumen batu yang dirancang untuk menghormati roh nenek moyang Di Indonesia, daerah persebaran Menhir cukup luas, diantaranya banyak ditemukan di Sumatera Barat, Pasemah (Sumatera Selatan), Pugungraharjo (Lampung), Sembiran (Bali), Belu (Timor), dan beberapa lokasi lainnya
Meskipun kita tidak akan bisa benar-benar mendaratkan diri kembali ke zaman tersebut, penemuan-penemuan hasil riset panjang seakanakan mengantarkan kita kembali menjelajahi masa lalu Riset sejarah menjadi wahana penjelajahan lorong waktu, menggali jejak-jejak peradaban di Indonesia dan dunia Pengembangan ekosistem riset salah satunya melalui penguatan peran teknologi, dengan daya inovasi, dapat membentuk suatu penemuan yang bernilai historis dan berdaya guna Penelusuran lainnya yang telah dilakukan oleh para sejarawan adalah mengenai perdagangan rempah di nusantara, yang menemukan adanya pertukaran budaya antar benua yang telah terjalin sejak berabad-abad lalu, membentuk lanskap kebudayaan Indonesia yang kaya dan beragam Riset ini mengungkap bagaimana kebudayaan terbentuk, berkembang, dan berinteraksi dengan lingkungannya, memberikan pemahaman mendalam tentang akar dan identitas suatu bangsa saat ini. Lebih dari itu, hasil riset terhadap sejarah kebudayaan dapat menjadi sumber inspirasi untuk inovasi. Pengetahuan tradisional tentang pengobatan herbal, misalnya, dapat dikembangkan menjadi obat-obatan modern melalui riset farmakologi. Salah satunya adalah Fitofarmaka, yaitu obat tradisional yang sudah melewati pengujian praklinik maupun uji klinik, sehingga sudah terbukti secara ilmiah

Dengan pemahaman yang baik dan kemajuan IPTEK, inovasi dapat mengembangkan yang sudah ada sesuai kebutuhan zaman Penguatan ekosistem riset melalui teknologi, peningkatan sarana, serta pengembangan SDM inovatif menjadi investasi berharga bagi bangsa



Indonesia memiliki keunggulan di berbagai sektor, salah satunya dalam bidang teknologi Di negeri ini, banyak generasi muda yang telah menciptakan berbagai inovasi teknologi yang sangat beragam. Berdasarkan artikel dari laman ajaib.co.id, beberapa karya inovatif anak bangsa di antaranya adalah sepeda motor listrik “Gesits” yang dirancang oleh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember, tempat sampah pintar bernama Smart Trash Can hasil kreasi Gede Herry Arum Wijaya, seorang mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya, dan berbagai inovasi lainnya yang membawa perubahan signifikan bagi keberlangsungan hidup masyarakat Indonesia bahkan dunia Produkproduk inovasi teknologi karya generasi muda ini patut diapresiasi atas proses kreatif mereka mulai dari perancangan hingga akhirnya hasil inovasi diwujudkan
Sebagai warga Indonesia, kita patut bangga dengan inovasi generasi penerus yang berdampak positif maupun negatif Salah satunya, sepeda motor listrik yang lebih ramah lingkungan dengan emisi karbon 40% lebih rendah dibanding motor konvensional.
Akibatnya, banyak karya teknologi inovatif yang masih belum bisa diterapkan secara luas dilingkup masyarakat. Dampak yang ditimbukan dari inovasi tersebut juga dapat menciptakan ketergantungan pada para penggunanya. Kesadaran atau inisiatif masyarakat untuk melakukan aktivitas secara konvensional dapat menurun karena tingginya efisiensi yang ditawarkan oleh berbagai produk teknologi. Resiko yang ditimbulkan adalah masyarakat yang nantinya semakin enggan untuk tetap menggunakan produk teknologi konvensional & hanya ingin bergantung pada teknologi modern
Dari sinilah peran ekosistem riset sangat dibutuhkan Ekosistem riset berperan penting dalam mengatasi tantangan inovasi teknologi dengan mengidentifikasi dan menganalisis

Selain itu, inovasi seperti tempat sampah pintar membantu efisiensi pengelolaan sampah dan mendukung daur ulang Teknologi ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup tetapi juga mendorong keberlanjutan lingkungan
Akan tetapi, di balik berbagai manfaat dari teknologi yang telah dirancang untuk mempermudah keseharian masyarakat, masih ada sejumlah dampak negatif yang perlu kita perhatikan Biaya produksi yang dibutuhkan untuk merancang suatu inovasi teknologi tidaklah sedikit
dampak negatif secara real-time Melalui riset, potensi risiko dapat diminimalkan, sementara manfaat inovasi dapat dimaksimalkan agar lebih aman dan efektif bagi masyarakat Evaluasi berkelanjutan memungkinkan peneliti memberikan rekomendasi perbaikan, sehingga produk inovatif dapat terus berkembang
sesuai kebutuhan zaman Keputusan berbasis data juga memastikan solusi yang valid dan terukur, mendukung inovasi berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas hidup Oleh karena itu, riset menjadi elemen krusial dalam menciptakan teknologi yang bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat Riset memastikan inovasi yang dikembangkan efektif, inklusif, berkelanjutan, relevan, dan dapat meningkatkan kualitas hidup, mengatasi tantangan, serta mendukung perkembangan sosial tanpa menimbulkan dampak negatif
GLAMOR: Beras Analog Gembili Lamtoro Sebagai
Produk Inovatif Sumber Karbohidrat dan Protein
Berbasis Pangan Lokal
Arundina Wijaya
Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian
Universitas Gadjah Mada
Fenomena El Nino 2023 menyebabkan kemarau panjang yang berdampak pada penurunan produktivitas beras di Indonesia, dengan luas lahan panen berkurang 2,45% dibandingkan tahun 2022 Hal ini mengakibatkan kenaikan harga beras yang terus berlangsung hingga awal 2024 Sebagai solusi untuk ketergantungan terhadap beras, diversifikasi bahan pangan berbasis sumber lokal menjadi penting Salah satunya adalah pembuatan beras analog dari umbi gembili, yang memiliki indeks glikemik rendah dan cocok untuk penderita diabetes. Penambahan biji lamtoro sebagai bahan tambahan dapat membantu menurunkan glukosa darah, menjadikan produk ini pilihan pangan fungsional yang mendukung ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas.

Gembili (Dioscorea esculenta L) adalah tumbuhan merambat dengan umbi yang berukuran sekitar kepalan tangan Umbi ini memiliki kandungan karbohidrat 27-30%, terdiri dari amilosa 14,2% dan amilopektin 85,8%, serta senyawa bioaktif seperti dioscorin dan diosgenin yang bermanfaat untuk kesehatan Tepung gembili juga memiliki efek antihiperglikemik, baik untuk mengurangi kadar glukosa darah

Lamtoro (Leucaena leucocephala) mengandung protein tinggi, serupa dengan kedelai, serta senyawa anti-gizi seperti tanin dan asam fitat yang dapat berfungsi sebagai obat diabetes Kombinasi umbi gembili dan biji lamtoro dapat dijadikan beras analog sebagai alternatif pangan sehat dan aman dikonsumsi oleh berbagai kalangan

Proses pembuatan beras analog gembili lamtoro dimulai dengan mencuci umbi gembili dan mengukusnya hingga setengah matang Setelah itu, kulit umbi dikupas dan umbi tersebut dikukus lagi hingga matang Umbi gembili yang sudah matang kemudian dihaluskan Selanjutnya, adonan dibuat dengan komposisi 60% umbi gembili yang telah halus, 20% tepung mocaf, 15% tepung maizena, dan 5% tepung biji lamtoro. Adonan ini dicampur hingga merata dan kemudian dikukus selama 30 menit Setelah adonan matang, adonan tersebut dimasukkan ke dalam mesin ekstruder dengan tiga kali pengulangan roses ini dilakukan untuk mendapatkan bentuk beras analog yang kompak Beras analog yang telah terbentuk kemudian dijemur hingga kering Dengan demikian, beras analog Glamor siap untuk dimasak Berikut merupakan hasil akhir dari beras analog umbi gembili dan biji lamtoro

Beras analog Glamor mudah dimasak dengan proses sederhana: cuci sekali, tiriskan, lalu kukus 15 menit Tambahkan air sepertiga dari volume beras, aduk rata, dan kukus kembali 15 menit hingga matang Umbi gembili dan biji lamtoro sebagai bahan baku lokal murah dan melimpah menjadikan produk ini inovatif dan bernilai gizi tinggi Harga per kg Rp57999,00, jauh lebih terjangkau dibandingkan beras analog impor (Rp210000,00–Rp266000,00) Skalabilitas produksi berpotensi menurunkan harga lebih lanjut

Beras analog Glamor memiliki keunggulan bagi penderita diabetes, proses memasak praktis, dan cocok untuk gaya hidup modern Kemasan 80 gram per porsi mempermudah takaran, mengurangi limbah, dan praktis dibawa Sebagai karya anak bangsa, beras analog Glamor patut diapresiasi dan dikembangkan untuk mendukung diversifikasi pangan nasional Selain manfaat kesehatan dan kepraktisan, produksinya juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengoptimalkan potensi pangan lokal, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045
Daftar Pustaka
Bakti, I R 2017 Hidrolisis Asam Fitat Biji Lamtoro Gung (Leucaena Leucocephala) Dengan Cara Fermentasi Untuk Menghasilkan Inositol Sebagai Obat Anti Diabetes Jurnal Penelitian Sains, 8(1), 3037
Fera, M, & Masrikhiyah, R 2019 Ekstraksi inulin dari umbi gembili (Dioscorea esculenta L) Jurnal Pangan dan Gizi, 9(02), 110-116
Richana, N, & Sunarti, T C 2004 Karakterisasi sifat fisikokimia tepung umbi dan tepung pati dari umbi ganyong, suweg, ubi kelapa, dan gembili Jurnal Pascapanen, 1(1), 29-37 Sastramihardja, H S, & Rukanta, D 2015 Pemberian Infusa Biji Petai China (Leucaea Leucocephala) dalam Menurunkan Kadar Gula Darah Uasa pada Mencit Model Diabetes Prosiding Pendidikan Dokter (pp. 955-961). Bandung: Universitas Islam Bandung.
Slamet, B 2012 IPB Kembangkan Beras dari Tepung Non Padi https://indonesianicwordpresscom/2012/04/14/ipbkembangkan-beras-dari-tepung-nonpadi/ Diakses 31 Agustus 2024


Farhan Muhammad Achdiat, Cecep Safa’atul Barkah, Iwan Sukooco, Nurillah Jamil Achmawati Novel Administrasi Bisnis, Universitas Padjadjaran
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara berkomunikasi, dengan media sosial menjadi platform dominan dalam komunikasi massa dan pemasaran Media sosial, terutama Instagram, telah terbukti efektif dalam membangun brand engagement melalui interaksi langsung dengan konsumen, feedback real-time, dan konten visual yang mudah dibagikan Dengan lebih dari satu miliar pengguna aktif, Instagram memungkinkan perusahaan menjangkau audiens yang lebih luas dan melakukan segmentasi pasar yang lebih tepat
Brand engagement dapat diukur melalui metrik seperti tayangan, engagement rate, dan jumlah pengikut baru. Fitur Instagram seperti Stories, IGTV, dan Reels meningkatkan keterlibatan hingga 30% lebih tinggi dibandingkan posting biasa. Influencer marketing juga berkontribusi dalam meningkatkan brand engagement, dengan konsumen lebih cenderung membeli produk yang direkomendasikan oleh influencer yang mereka percayai

Artikel ini menganalisis strategi pemasaran Oppo Indonesia dalam kampanye "Tembus hingga 35 juta Penonton" melalui Instagram Reels untuk meningkatkan brand engagement dan memperkuat posisi merek di pasar
Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran iklan OPPO A60 di Instagram Studi kasus ini bertujuan memahami bagaimana konten iklan berkontribusi dalam meningkatkan brand engagement Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, studi kepustakaan, dan peninjauan dokumen terkait Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling untuk mewakili tim OPPO Indonesia Analisis data dilakukan dengan teknik Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan
Dalam dunia bisnis yang kompetitif, strategi komunikasi pemasaran yang efektif sangat penting untuk mengenalkan produk kepada konsumen dan mempertahankan pelanggan Media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan LinkedIn, telah menjadi platform utama untuk interaksi langsung dengan konsumen dan membangun brand engagement Strategi pemasaran di media sosial mencakup konten visual menarik, penggunaan influencer, dan kampanye interaktif yang mendorong keterlibatan konsumen Kolaborasi dengan influencer atau KOL (Key Opinion Leaders) sangat berdampak pada keberhasilan kampanye pemasaran, karena konsumen lebih percaya rekomendasi orang yang mereka hormati.
Salah satu contoh sukses adalah OPPO A60, yang menggunakan strategi pemasaran terintegrasi dengan memanfaatkan kekuatan visual dan fitur unggulan seperti ketahanan tinggi Copywriting yang jelas dan kata-kata sehari-hari juga meningkatkan keterlibatan audiens. Penelitian menunjukkan bahwa elemen visual dan copywriting yang tepat dapat meningkatkan brand engagement.

Pemanfaatan Instagram Reels oleh OPPO A60 secara efektif meningkatkan jangkauan dan keterlibatan konten, mencapai lebih dari 35 juta penonton dengan tingkat interaksi tinggi (likes, komentar, shares) Penggunaan hashtag relevan dan fitur Instagram Story juga mendukung interaksi langsung dengan audiens Tim OPPO A60 aktif membalas komentar dalam 15 menit pertama, meningkatkan responsivitas dan engagement

Berdasarkan hasil wawancara dan analisis konten iklan OPPO A60 di Instagram, beberapa strategi penting telah diidentifikasi untuk meningkatkan brand engagement
Pertama, mengenal audience atau target pasar secara mendalam Memahami preferensi dan kebiasaan audiens memungkinkan OPPO A60 menawarkan solusi yang relevan dan menarik bagi mereka dalam kehidupan sehari-hari
Kedua, kolaborasi dengan Key Opinion Leaders (KOL) seperti Patricia Gouw dan Edric Tjandra, yang sudah dikenal oleh target pasar OPPO A60 yaitu emak-emak dan ojol dengan karakteristik menggunakan media sosial sebagai hiburan dan komedi, sehingga jika konten pillar sudah tepat sesuai target pasar maka kolaborasi dengan KOL ini akan menarik perhatian dan meningkatkan engagement secara signifikan.
Ketiga, Mengoptimalkan waktu posting terbaik di Instagram OPPO Indonesia membantu mencapai audiens yang lebih luas dan meningkatkan visibilitas konten.
Keempat, menggunakan pendekatan AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) dalam strategi pemasaran membantu menarik perhatian, membangun minat, menciptakan keinginan, dan mendorong tindakan dari audiens


Pendekatan ini memastikan bahwa konten iklan tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga efektif dalam mendorong audiens untuk mengambil tindakan yang diinginkan.
Daftar Pustaka
Adil (2024) Pengertian Hook Konten, Mengapa Brand Harus Tahu dan Menerapkannya BithourproductionCom https://bithourproduction.com/blog/pengertian-hookkonten/
Aryani, I D, & Murtiariyati, D (2022) Instagram sebagai media promosi dalam meningkatkan jumlah penjualan pada ADA souvenir project Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisnis Indonesia, 2(2), 466-477
Gityandraputra, D (2020) Fitur-Fitur Instagram Stories yang Efektif Menaikkan Engagement. Marketingcraft.Getcraft.Com. https://marketingcraftgetcraftcom/id-articles/fiturfitur-instagram-stories-yang-efektif-menaikkanengagement
Ramadhan, K M, Anshori, D S, & Fuadin, A (2024) Bahasa iklan dengan teknik copywriting AIDA di habiskerja.com. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(1), 618-630.
Simabur, L A, Herlina, R, & Wiradharma, G (2023) Creating exciting content: A descriptive study of pixbox's digital marketing strategies on social media
CHANNEL: Jurnal Komunikasi, 11(1), 33-42
Syahputra, D M, & Widhiandono, D (2023) Content marketing sebagai strategi merai engagement tinggi media sosial (Studi kasus pada Instagram @hariandisway Surabaya) Jurnal Penelitian Komunikasi 3(04), 7-15

RISET & TEKNOLOGI

“Perubahan, seperti sinar matahari, bisa menjadi teman atau musuh, berkah atau kutukan, fajar atau senja.”-William Arthur Ward(1921-1994)
Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih mengklaim bahwa emisi CO2 dunia terekam mengalami penurunan hingga 17% akibat lockdown ditengah pandemi COVID-19. Nyaris setengah (43%) dari penurunan emisi global sepanjang puncak lockdown bersumber dari sektor transportasi dan industri, terutama kendaraan bermotor dan pabrik manufaktur komersial (bbc.com, 24 Mei 2020). Selama masa pandemi COVID-19 ini, terjadi peningkatan kualitas udara perkotaan dari biasanya. Citra dari satelit NASA Earth Observatory menerangkan bahwa di Indonesia terjadi penurunan emisi maksimum hingga mencapai 18,2% (bbc.com, 24 Mei 2020). Walaupun emisi mengalami penurunan semasa pandemi COVID19, akan tetapi belum terjadi transformasi secara luas dan berjangka panjang secara terukur. Berdasarkan pandangan Carbon Brief, perubahan ini hanya bersifat sementara. Imbas dari adanya pandemi COVID-19 ini belum dapat dikatakan mampu mendorong emisi CO2 global ke jalur menurun (Kurniawan, 2020)
Revolusi Industri 4.0: Mendorong Kota-Kota Di Indonesia Untuk Terus Berevolusi
Revolusi Industri 4.0 mendorong kota-kota di Indonesia untuk terus berkembang, namun seringkali mengorbankan keasrian lingkungan Pembangunan perkotaan yang cepat meningkatkan permintaan ruang untuk pemukiman dan gedung, berdampak pada berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH) dan kualitas lingkungan Di kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, dan Bandung, RTH menurun dari 35% pada 1970-an menjadi kurang dari 10% pada 2010
Berdasarkan data presentase penduduk daerah perkotaan di Indonesia tahun 2010-2035 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, menjelaskan bahwa pada tahun 2010 presentase kecepatan pertumbuhan penduduk di kawasan perkotaan yaitu sebesar 49,8% dan pada tahun 2035 diperkirakan akan menyentuh angka 66,6% (Bappenas etal, 2013) Segala kategori pembangunan pada hakikatnya mengantongi sisi positif dan juga sisi negatif, Oleh karena itu kita wajib mengimbangi sisi negatif dari pembangunan dengan merombak paradigma pembangunan negatif menjadi positif Salah satu cara guna mengubah efek negatif dari pembangunan menjadi positif yaitu dengan menyediakan lahan-lahan hijau disetiap kegiatan pembangunan di perkotaan
Memahami Semua Perspektif Pembangunan
Terhadap Dampak Yang Dialami Lingkungan
Pada Era Revolusi Industri 4.0

Mengacu pada semua sudut pandang yang telah paparkan diatas. Diketahui bahwa pembangunan baik dari sektor ekonomi maupun sosial harus diarahkan mengenai bagaimana semestinya dunia merespon pandemi COVID-19 ini sebagai sebuah momentum transformasi bersama dalam bersikap bijak terhadap lingkungan COVID-19 ini telah mengingatkan kita bersama terhadap bahaya dari polusi udara dimana memiliki konsekuensi buruk pada umat manusia, sehingga membutuhkan solusi jangka panjang serta perlunya koreksi kebijakan pembangunan global yang lebih serius Hampir setiap tahun pemerintah memberikan persetujuan pembangunan kepada developer-developer untuk melangsungkan pembangunan Namun hal tersebut tidak berdampingan dengan reboisasi atau penghijauan di daerah sekitar wilayah pembangunan Demikian pula penegakan hukum penting untuk terus dilaksanakan guna meminimalisasi perusakan yang terjadi terhadap lingkungan Hal yang tak kalah penting lainnya adalah perlunya peran serta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat
Konsep Vertical Garden Pada Pembangunan: Upaya Efektif Dalam Menjaga Kualitas Udara
Bersih Akibat Pengaruh Negatif Adanya Revolusi Industri 4.0
Langkah pencegahan yang lebih cerdas perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan juga solusi untuk mengurangi dampak negatif dari adanya revolusi industri 40 ditengah banyaknya bangunan yang tidak ramah lingkungan, sehingga terjadinya peningkatan suhu diperkotaan akibat keterbatasan lahan Perlu diperhatikan bersama, bahwa kegiatan pembangunan memerlukan kebijakan berupa pedoman yang berupaya memberikan arah terhadap pelaksanaan strategi-strategi pembangunan, sehingga mampu memperbaiki kualitas hidup manusia dan juga terhadap lingkungan sekitar agar tercapainya kesejahteraan bersama
Bedasarkan problematika tersebut, sebenarnya sudah ada sebuah solusi berupa konsep tata kelola kota dengan menjadikan bangunan perkotaan sebagai sesuatu yang lebih ramah lingkungan yaitu mengimplementasikan vertical garden pada dinding bangunan-bangunan bertingkat di perkotaan
Umumnya, konsep vertical garden ini banyak digunakan pada dinding-dinding rumah Penerapan metode vertical garden ini dapat dilakukan menggunakan tanaman hidup yang disusun sedemikian rupa hingga menjadi bagian yang menyusun sebuah gedung tanpa perlu menggunakan tanah sebagai media pada pertumbuhannya, sehingga terlihat lebih indah dan tidak monoton berupa dinding yang keras, tetapi lebih terkesan alami, bahkan dapat menyerupai lukisan yang dapan menciptakan kesan yang unik pada kota
Penerapan konsep tanaman vertical garden di masyarakat daerah perkotaan pada dinding bangunan bertingkat mampu memberikan inovasi terbarukan bagi bangsa indonesia Memang bukanlah hal yang mudah untuk melakukan pembangunan di era revolusi industri 40 tanpa adanya polusi Dengan menerapkan konsep tanaman vertical garden pada dinding bangunan merupakan sebuah solusi dari permasalahan saat ini Selain itu dorongan lain muncul karena lahan yang semakin sempit dipenuhi bangunan-bangunan tinggi Ditambah dengan adanya pandemi COVID-19 ini telah megingatkan kita bersama terhadap bahaya dari polusi udara yang memiliki konsekuensi buruk pada umat manusia
Dimana emisi mengalami penurunan semasa pandemi COVID-19, akan tetapi belum terjadi transformasi secara luas dan berjangka panjang secara terukur Sehingga membutuhkan solusi jangka panjang serta perlunya koreksi kebijakan pembangunan global yang lebih serius Manusia dengan keadaan tersebut akan berpikir untuk mengembalikan keseimbangan sebuah sistem alam, sehingga hal ini akan memberikan peluang besar penerimaan konsep vertical garden dimasyarakat Penerapan ini akan mengurangi pertambahan emisi dan zat-zat yang dapat mengurangi ozon serta oksigen bagi manusia akan semakin bertambah. Dengan demikian, penerapan tanaman vertical garden pada dinding bangunan seperti gedung-gedung tinggi yang hendak dibangun di daerah perkotaan, maupun gedung pemerintahan berupa penerapan kebijakan rancangan undang-undang guna menjaga lingkungan tetap stabil seiring berkembangnya zaman merupakan solusi yang tepat. Penulis yakin bahwa ini akan sangat bermanfaat dan efektif bagi keberlangsungan masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di perkotaan dengan situasi lingkungan yang telah dipadati dengan banyaknya bangunan
“Jika kamu ingin dunia berubah, jadilah perubahan itu sendiri” Mahatma Gandhi
Daftar Pustaka
Kompas (2019) Pengaruh Polusi Udara dengan Kematian Pada Era Revolusi Industri 4.0. Tersedia pada: https://www.kompasiana.com/jaluprakoso/5e07 5d11d541df17173dcf54/pengaruh-polusi-udaradengan-kematian-pada-era-revolusi-industri-40.

Suryani. (2020). Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Lingkungan Global. Tersedia pada: http://berkas.dpr.go.id/puslit/files/info singkat/In fo%20Singkat-XII-13-I-P3DI-Juli-2020-236.pdf. Wiguna,dkk (2011) Taman Vertikal Didinding Jalan Underpass Tersedia pada: https://repositoryipbacid/jspui/bitstream/12345 6789/44178/2/PENDAHULUANpdf
Nasution (2018) Manfaat Vertical Garden di Rumah Tersedia pada: https://verticalgardencoid/3-manfaat-verticalgarden-di-rumah/ Sholihab Sabarisma (2018) Pemenuhan kesejahteraan sosial melalui optimalisasi ruang terbuka hijau di kawasaan perkotaan dalam perspektif hukum dan kebijakan Sosio Informa 4(01) 2018

Pengaruh Efikasi Diri Terhadap Perilaku Kecurangan Akademik Mahasiswa di Kota
Makassar
Ahmad Amirul Sir, dan Riswandi Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Makassar,
Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk masa depan individu Undang-Undang No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menyatakan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi diri peserta didik secara aktif Namun, fenomena kecurangan akademik masih menjadi masalah serius, terutama di kalangan mahasiswa Survei oleh Litbang Media Grup (2017) menunjukkan bahwa banyak siswa dan mahasiswa terlibat dalam kecurangan akademik, dengan mayoritas pelaku berasal dari tingkat sarjana ke atas (Association of Certified Fraud Examiners, 2019) Kecurangan akademik merugikan individu dan institusi pendidikan, berpotensi merusak kualitas pendidikan dan masa depan mahasiswa sebagai calon pemimpin (Aulia, 2017).
Kecurangan akademik meliputi berbagai bentuk, seperti menyontek, menjiplak, dan menggunakan sumber tanpa menyebutkan referensi (Davis et al., 2009; Eriksson & McGee, 2015). Berdasarkan survei, mayoritas mahasiswa mengakui melakukan kecurangan, seperti menyalin materi dari internet atau berdiskusi saat ujian (Azikin et al., 2023; Mushthofa et al., 2021). Faktor penyebabnya beragam, termasuk pengaruh lingkungan, motivasi, dan kepercayaan diri (Fadri & Khafid, 2018) Efikasi diri, yaitu keyakinan terhadap kemampuan diri, dapat mempengaruhi perilaku kecurangan akademik Mahasiswa dengan efikasi diri rendah cenderung lebih rentan terhadap perilaku curang (Aulia, 2017; Juniariani & Pradnyanitasari, 2019)
Penelitian sebelumnya menunjukkan hubungan signifikan antara efikasi diri dan kecurangan akademik (Adriyana, 2019; Novitaningrum & Nurkhin, 2022). Efikasi diri yang tinggi dapat mengurangi kecenderungan mahasiswa untuk melakukan kecurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh efikasi diri terhadap kecurangan akademik di kalangan mahasiswa di Kota Makassar. Hipotesis penelitian ini adalah semakin tinggi efikasi diri, semakin rendah perilaku kecurangan akademik yang dilakukan.
Pengambilan data ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan fokus pada pendidikan, mengukur efikasi diri mahasiswa terkait kinerja akademis dan kecurangan akademik
Efikasi diri didefinisikan sebagai keyakinan mahasiswa terhadap kemampuannya dalam mengelola perilaku akademis, sedangkan kecurangan akademik merujuk pada pelanggaran aturan akademik untuk meraih prestasi secara tidak sah Populasi penelitian adalah mahasiswa di Kota Makassar dengan sampel 104 orang
Pengukuran kecurangan akademik menggunakan Academic Dishonesty Scale (ADS) yang dimodifikasi dari McCabe & Trevino (1993) dan Iyer & Eastman (2008) oleh Faradiena (2018), dengan reliabilitas 0939 dan terdiri dari 25 item yang mengukur perilaku terkait kecurangan Tabel cetak biru ADS mencakup indikator seperti menyontek, berkolaborasi dalam ketidakjujuran, pemalsuan, dan menyalin pekerjaan orang lain

Efikasi diri diukur dengan skala yang dikembangkan oleh Fahirah (2014) berdasarkan teori Bandura (1997), mencakup tiga dimensi: magnitude, strength, dan generality, dengan reliabilitas 0891 dan terdiri dari 26 item

Data dianalisis menggunakan SPSS 25 dengan uji normalitas dan uji linearitas sebagai uji asumsi Jika asumsi terpenuhi, uji hipotesis dilanjutkan

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov untuk kedua data memiliki nilai 0027 yang berari p < 0,05, maka dapat dikatakan kedua data tidak terdistribusi dengan normal Oleh karena itu, peneliti meninjau kurva normal masing-masing variabel.

Berdasarkan gambar diatas, daat diketahui bahwa skala efikasi diri telah terdistribusi normal karena kurvanya telah membentuk lonceng terbalik yang simetris Sedangkan untuk skala kecurangan akademik tidak terdistribusi dengan baik karena kurva yang dimiliki cenderung ke arah kiri (moderate positive skewness) Oleh karena itu, bentuk transformasi data dengan bentuk kurva moderate positive skewness adalah transrformasi data SDRT atau akar kuadrat Adapun hasil uji normalitas setelah transformasi data adalah sebagai berikut

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov untuk kedua data memiliki nilai 0200 yang berarti p > 0,05, maka dapat dikatakan kedua data telah terdistribusi dengan normal
Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi deviation from linearity menunjukkan 0.313, yang berarti bahwa p > 0.05, sehingga kedua data variabel dapat diakatakan memiliki hubungan yang linear.
Pengambilan keputusan dalam uji hipotesis didasarkan pada aturan bahwa jika nilai signifikansi (p) kurang dari 0,05, maka hipotesis nol (H0) akan ditolak Adapun hasil dari uji hipotesis adalah sebagai berikut

Berdasarkan hasil analisis tabel tersebut, dapat disimpulkan bahwa nilai signifikansi (p) yang diperoleh sebesar 0003 Nilai tersebut memiliki nilai lebih kecil dari 005 yang mengindikasikan terdapatnya pengaruh efikasi diri terhadap kecurangan akademik. Selain itu, nilai konstan yang didapatkan sebesar 9.364, dan koefisien regresi dari efikasi diri sebesar 0.032. Dengan koefisien regresi yang bernilai negatif, dapat disimpulkan bahwa arah pengaruh efikasi diri terhadap kecurangan akademik adalah negatif. Hasil ini menegaskan penolakan terhadap H0, serta menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri mahasiswa, semakin rendah kemungkinan perilaku kecurangan akademik akan terjadi pada mahasiswa di Kota Makassar.

Berdasarkan tabel R-Square tersebut, dapat diketahui bahwa nilai nilai korelasi atau R yang diperoleh yaitu sebesar 0,285. Dari luaran tersebut diperoleh nilai koefisien determinasi atau R-Square sebesar 0,081 yang mendefinisikan bahwa pengaruh efikasi diri terhadap kecurangan akademik adalah sebesar 8,1%.

Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (p) sebesar 0003, lebih kecil dari 005, sehingga hipotesis nol (H0) ditolak Efikasi diri berpengaruh signifikan dan negatif terhadap kecurangan akademik mahasiswa di Kota Makassar (koefisien regresi -0032) Artinya, semakin tinggi efikasi diri, semakin rendah kemungkinan melakukan kecurangan akademik
Temuan ini sejalan dengan penelitian Aulia (2017), Adriyana (2019), serta Ndari, Mustoffa, dan Hidayah (2023), yang menunjukkan hubungan signifikan antara efikasi diri akademik dan kecurangan akademik Paulus dan Septiana (2021) juga menemukan pengaruh negatif serupa dengan koefisien -0179
Mayoritas mahasiswa memiliki efikasi diri sedang dan tingkat kecurangan akademik rendah, tanpa responden di kategori ekstrem Penelitian lanjutan disarankan untuk menyempurnakan pengukuran variabel, mereplikasi studi dalam berbagai konteks, serta menggunakan pendekatan kualitatif seperti wawancara mendalam untuk pemahaman lebih komprehensif.

Daftar Pustaka bisa dipindai pada barcode di samping

RISET & TEKNOLOGI


Kemajuan teknologi mempermudah komunikasi, tetapi juga meningkatkan risiko eksploitasi seksual anak secara online (child grooming). Groomer memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan WhatsApp untuk membangun kepercayaan sebelum memanipulasi korban. Faktor utama yang memicu child grooming adalah rendahnya literasi digital, minimnya pengetahuan seksual anak, serta kurangnya pengawasan orang tua UNICEF, Interpol, dan ECPAT melaporkan bahwa 17-56% anak di Indonesia mengalami eksploitasi seksual online, dengan 500000 kasus dilaporkan pada 2021 Faktor penyebab child grooming terbagi menjadi internal dan eksternal Faktor internal meliputi kemudahan akses pelaku terhadap informasi pribadi korban dan manipulasi psikologis melalui interaksi online Faktor eksternal mencakup kurangnya pengawasan orang tua dan minimnya pendidikan seksual anak
Sebagai upaya preventif, dikembangkan aplikasi Al-Ikhtisyam, yang berarti malu dan menahan diri
Aplikasi ini berbasis Android dan dirancang untuk meningkatkan kesadaran anak terhadap bahaya child grooming dengan fitur edukasi, komik interaktif, kajian QS. Al-Isra’ ayat 32, game arcade, serta layanan pengaduan dan konseling. Aplikasi ini dapat diakses tanpa akun untuk menjaga privasi pengguna. Gagasan ini berkontribusi pada SDGs nomor 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Kuat), dengan tujuan menciptakan generasi yang lebih sadar dan terlindungi dari eksploitasi seksual. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang hanya membahas tahapan child grooming, riset ini berfokus pada pengembangan solusi berbasis teknologi melalui pendekatan Research and Development (RnD) model 4-D AlIkhtisyam menjadi inovasi pertama dalam pencegahan child grooming berbasis Android dengan perspektif QS Al-Isra’ ayat 32
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD) dengan model 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Tahap pertama (Define) mengidentifikasi kebutuhan aplikasi Al-Ikhtisyam sebagai media edukasi untuk pencegahan child grooming.
Pada tahap Design, prototipe aplikasi dirancang, dan pada tahap Develop, dilakukan uji validasi oleh ahli mufassir, psikolog, dan ahli IT. Setelah itu, aplikasi diupload ke Playstore pada tahap Disseminate. Keefektifan aplikasi diuji dengan pretest dan post-test menggunakan uji paired sample t-test, sementara data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan dianalisis dengan N-Vivo 12+
Sumber data meliputi angket untuk menguji kevalidan materi, kepraktisan, dan keefektifan media, serta wawancara untuk data kualitatif Uji validitas dilakukan tiga kali oleh ahli terkait, dan kepraktisan media diukur melalui instrumen angket Kategori kevalidan dan kepraktisan dihitung dengan memperhatikan skor rata-rata Keefektifan diuji dengan paired sample t-test, dan jika p<0,05, aplikasi dianggap efektif Data wawancara digunakan untuk memperkuat analisis keefektifan fitur edukasi dalam aplikasi



Penelitian ini menggambarkan pengembangan aplikasi Al-Ikhtisyam yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan pencegahan terhadap fenomena child grooming di kalangan anak-anak, khususnya generasi Z Pengembangan aplikasi ini mengikuti model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), dengan tahapan yang jelas untuk mengidentifikasi masalah, merancang solusi, mengembangkan aplikasi berdasarkan masukan ahli, serta melakukan evaluasi efektivitas melalui pengujian

Tahap Define
Pada tahap pertama ini, peneliti melakukan analisis mendalam mengenai fenomena child grooming yang terjadi, mengungkapkan bahwa banyak anak-anak yang menjadi korban akibat kurangnya pengetahuan dan pengawasan orang tua Berdasarkan hasil pra-penelitian, sebagian besar korban adalah anak perempuan berusia 1215 tahun Tahap ini juga mencakup identifikasi kebutuhan fitur-fitur aplikasi yang dapat mencegah peristiwa tersebut
Tahap Design
Pada tahap desain, aplikasi Al-Ikhtisyam dirancang menggunakan app machine dan menyertakan berbagai fitur edukatif seperti eduseks, Protect Yourself Comic, video motivasi, serta game interaktif yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan edukasi tentang child grooming serta larangan mendekati zina berdasarkan QS. Al-Isra’ ayat 32.
Tahap Develop
Tahap pengembangan dilakukan dengan pengujian prototipe aplikasi melalui expert appraisal (penilaian ahli) dan developmental testing (uji coba terbatas) untuk memastikan bahwa aplikasi tersebut efektif dan berkualitas tinggi. Hasil dari penilaian oleh para ahli, termasuk ahli mufassir, psikolog, dan ahli media, menunjukkan bahwa aplikasi ini sangat valid dan praktis untuk digunakan
Tahap Disseminate Tahap terakhir ini meliputi penyebaran aplikasi melalui validation testing, yang membuktikan bahwa aplikasi Al-Ikhtisyam dapat meningkatkan pengetahuan penggunanya tentang child grooming Pengujian menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam pengetahuan pengguna setelah menggunakan aplikasi tersebut Aplikasi ini dapat diunduh di Play Store dengan kata kunci "AlIkhtisyam"
Aplikasi dapat diunduh dengan scan barcode di samping
Fitur Al-Ikhtisyam


Aplikasi Al-Ikhtisyam menunjukkan potensi besar dalam memberikan edukasi tentang child grooming dan mencegah terjadinya tindak eksploitasi seksual terhadap anak. Hal ini sangat relevan mengingat masih minimnya edukasi yang tersedia dan keterbatasan aturan hukum terkait pelaku grooming di Indonesia Aplikasi ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan menyediakan platform yang informatif dan mudah diakses oleh masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya penggunaan teknologi dalam upaya preventif terhadap masalah sosial yang berkembang di era digital, sekaligus menekankan pentingnya kolaborasi antara ahli di berbagai bidang untuk menghasilkan solusi yang komprehensif
Daftar Pustaka
Borj, P R, Raja, K, & Bours, P (2023) Online grooming detection: A comprehensive survey of child exploitation in chat logs KnowledgeBased Systems, 259, 110039 Greene, A, Baugh, M, Sherwood-Laughlin, C, Greathouse, L, Galyan, J, Simic Stanjovic, I, Sangmo, D, Jozkowski, K, Dubie, M, & Chow, A (2024) Development of a sexual consent intervention for adolescents with intellectual and developmental disabilities Journal of Applied Research in Intellectual Disabilities, Gunawan, W (2019) PENGEMBANGAN APLIKASI BERBASIS ANDROID UNTUK PENGENALAN HURUF HIJAIYAH Jurnal Informatika, 6(1), 69–76
Hawa, E, Hawa, E, Amelia, F L, Rizky, A S, Mufidah, N L, Mukhson, M A, Jazuli, M I, & Aziz, F. (2020). The Role of Information Technology Education in Preventing Child Grooming on Social Media. Proceedings of The ICECRS, 8(0).
Larangan, H., Zina, M., Al-Isra’ Ayat, Q. S., AlMishbah, P. T., Irhamni, S., Nurhikmah, C., Saepul, A., Stai, M., Purwakarta, A.-M., Zina, H.;, & Al-Mishbah, T. (2024). Hikmah Larangan Mendekati Zina dalam Q.S Al-Isra’ Ayat 32 Perspektif Tafsir Al-Mishbah. Muttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies, 5(1), 49–61
Utari, I S, Arifin, R, & Ramada, D P (2024) Exploring Child Grooming Sexual Abuse through Differential Association Theory: A Criminological and Legal Examination with Constitutional Implications Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum Dan Konstitusi, 69–88
Widoyoko, S (2014) Evaluasi Program Pembelajaran Panduan Praktis bagi Pendidik dan Calon Pendidik Pusat Pelajar



Persebaran sampah di Indonesia didominasi oleh sampah sisa makanan yang dapat mencapai 23-48 juta ton setiap tahunnya Sampah organik merupakan sampah terbesar dengan 61% berasal dari rumah tangga, sedangkan 26% dari industri makanan dan 13% sisanya dari retail (Data UNEP Food Waste Index Report, 2021) Kondisi ini menjadi permasalahan kompleks yang berdampak kepada lingkungan Limbah organik yang tidak diolah dapat menimbulkan pencemaran udara, hal ini dikarenakan sampah yang telah membusuk mengeluarkan gas CH4 dan CO2 serta bau busuk sehingga menurunkan kualitas udara (Rodriguez dkk, 2023).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Juni 2022, terdapat sebanyak 11223 usaha kuliner yang tersebar di seluruh Indonesia pada tahun 2020 yang sering menyumbang sampah sisa makanan Kondisi ini menjadi permasalahan kompleks yang berdampak kepada lingkungan Limbah organik yang tidak diolah dapat menimbulkan pencemaran udara, hal ini dikarenakan sampah yang telah membusuk mengeluarkan gas CH4 dan CO2 serta bau busuk sehingga menurunkan kualitas udara (Rodriguez dkk, 2023) Oleh karena itu perlu adanya upaya pengelolaan yang profesional agar sampah organik bisa menjadi sesuatu yang menghasilkan sesuatu yang berguna dan mempunyai nilai ekonomis (Purba, dkk, 2023)
Pengolahan sampah organik dengan integrasi pemanfaatan teknologi biokonversi berpotensi dikembangkan Berbagai kajian penelitian sebelumnya melaporkan bahwa maggot black soldier fly (BSF) memiliki kemampuan sebagai bio converter Maggot BSF juga dalam mendekomposisi berbagai jenis bahan organik, terutama sampah organik padat (Septiani dkk, 2023) Kemampuan biokonversi bahan organik oleh BSF lebih baik dibandingkan oleh cacing tanah Selain berfungsi sebagai bio converter sampah organik, larva BSF dapat dijadikan sebagai pakan ternak kaya protein yang dapat digunakan untuk hewan ternak di darat dan perairan (Shalsabilla dkk, 2023)
Larva BSF dapat mereduksi sampah organik rumah makan berupa sisa makanan dengan persentase nilai reduksi sampah sebesar 62,68%-73,98% (Rofi, 2020) Pemanfaatan larva Black Soldier Fly sebagai organisme pengurai sampah organik merupakan suatu terobosan untuk mendapatkan pupuk organik (kompos) yang aman lingkungan dan menghasilkan kandungan hara yang optimal Kotoran atau feses larva BSF merupakan bahan yang kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh tumbuhan
Berkaitan dengan sampah, tempat sampah (rubbish bin) memiliki peran penting sebagai produk media pembuangan sampah yang berkaitan dengan pembuangan sampah Dewasa ini, tempat sampah telah mengalami perkembangan yang diintegrasikan dengan sistem otomasi (Minarto, dkk, 2021) Namun selama ini, tempat sampah memiliki fungsi yang terbatas untuk tempat pembuangan sampah sementara sebelum dibuang ke TPA Oleh karena itu, inovasi produk tempah sampah) dengan double function (pembuangan dan pengolahan) menarik untuk dikembangkan sebagai bisnis di bidang peralatan rumah tangga dengan green lifestyle (Aggarwal & Jha, 2023)
Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan di atas, MAGFITECH hadir sebagai produk pengolahan sampah dalam sediaan portable bin multifungsi berbasis biokonversi maggot BSF yang diintegrasikan dengan IoT Prinsip bisnis ini menerapkan konsep management waste industry Konsep ini mendukung tujuan SDGs 2030 pada poin ke 12 yakni sistem pengolahan sampah yang berkelanjutan merupakan salah satu bentuk tanggung jawab atas konsumsi dan produksi yang telah dilakukan Secara substansial, prinsip produksi MAGFITECH dapat mengurangi dampak yang dihasilkan dari sumber produksi food waste (Thirunavukkarasu dkk, 2023)
MAGFITECH merupakan produk yang berfokus pada pengolahan sampah organik berupa peralatan rumah tangga dengan green management industry Dengan berkembangnya produk ini akan berdampak langsung terhadap lingkungan berupa pengurangan sampah organik
Hal ini untuk mendukung pengelolaan sampah di Indonesia yang cukup tinggi sebesar 14,03 juta ton pada tahun 2022 (Skor Indeks Kinerja Pengelolaan Sampah, 2022) Dengan demikian, menjadi seorang wirausahawan tidak hanya berfokus pada keuntungan namun kebermanfaatan sosial. Namun, juga berorientasi pada kondisi kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Berikut keunggulan MAGFITECH yang ditawarkan, antara lain:
Adapun potensi hasil dalam menjalankan usaha kedepannya adalah produk MAGFITECH berkembang menjadi produk manufacture industry di bidang pengolahan sampah Rencana bisnis selama 5 tahun kedepan akan lebih berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah organik. Berikut adalah tahap-tahap yang dapat dilakukan:
Tahun 1, fokus pada edukasi masyarakat dan pemasaran MAGFITECH.
2
1 Keunggulan 3 in 1: MAGFITECH memiliki 3 fungsi diantaranya mampu mendegradasi sampah organic khususnya food waste, mampu menghasilkan bioproduk berupa Pupuk Organik Cair (POC), dan pakan ternak dari maggot BSF kaya protein
4
Green Product: Produk hijau ramah lingkungan yang berfungsi mengolah sampah organik untuk ditransformasikan menjadi bioproduk yang bernilai ekonomis
Tahun 2, fokus pada perluasan jaringan distribusi dan kerjasama dengan mitra, seperti rumah makan, rumah tangga, dan industri makanan. Tahun 3, fokus pada peningkatan efisiensi dan efektivitas MAGFITECH
Tahun 4-5, fokus pada evaluasi kinerja, diversifikasi produk, melakukan analisis pasar ulang, dan mempertahankan strategi pemasaran yang efektif
Customer Care: Dilengkapi yang berupa layanan peduli konsumen berisi tata cara penggunaan produk
3 Mengusung konsep Mutualism Feedback: Berbasiskan sociopreneur pada Gambar 4, dimana konsumen dapat menjual hasil bio produk yang dihasilkan MAGFITECH kepada perusahaan
MAGFITECH memiliki peluang yang besar dalam memasuki pasar produk pengolah sampah organik khususnya food waste di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari pergeseran pola konsumsi masyarakat mengenai kebutuhan produk pengolahan sampah. Sebanyak 70% rumah tangga di kawasan perkotaan memerlukan produk pengolahan sampah portable sehingga praktis digunakan Peningkatan tersebut akan disesuaikan dengan karakteristik dan ceruk awal MAGFITECH yaitu keluarga, khususnya rumah makan dengan klasifikasi ekonomi menengah ke atas Selain itu, MAGFITECH juga menargetkan masyarakat yang menerapkan gaya hidup green lifestyle untuk memaksimalkan penjualan Dengan target pasar yang sudah jelas, strategi marketing utama adalah menggunakan mulut ke mulut dan juga sosial media. Produk MAGFITECH memiliki prospek bisnis yang baik kedepannya dengan margin kontribusi Rp104.750 pada produk A dan Rp1.261.500 Dengan modal awal Rp 26.000.000, Omset brutonya adalah Rp58.870.000 pada kuartal pertama atau 20 pcs setiap jenis produk Oleh karena itu, bisnis ini memiliki potensi untuk dikembangkan karena juga memiliki dampak yang luas mengurangi intensi sampah organik tingkat rumah tangga

MAGFITECH merupakan solusi inovatif dalam pengelolaan sampah organik yang dirancang untuk mengatasi masalah limbah secara efisien dan ramah lingkungan. Teknologi ini memanfaatkan pendekatan modern yang tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga mengubahnya menjadi produk yang bermanfaat seperti pupuk organik atau energi alternatif. Dengan proses yang cepat, hemat energi, dan hasil yang optimal, MAGFITECH menjadi pilihan ideal bagi individu, komunitas, maupun perusahaan yang ingin berkontribusi dalam pelestarian lingkungan. Melalui MAGFITECH, pengelolaan sampah organik bukan lagi menjadi beban, melainkan peluang untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan, mendukung ekonomi sirkular, dan menjaga kesehatan ekosistem bagi generasi mendatang
Daftar Pustaka bisa dipindai pada barcode di samping



Asosiasi Peneliti Muda Indonesia (APMI) terus berupaya membangun budaya penelitian sejak dini melalui program APMI Goes to School (AGTS) Program ini dirancang untuk menginspirasi para pelajar agar lebih memahami pentingnya penelitian dalam kehidupan sehari-hari serta mendorong mereka untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif Dengan berbagai kegiatan interaktif seperti diskusi, seminar, dan workshop, AGTS berhasil membuka mata generasi muda akan potensi besar dalam dunia riset
AGTS di Lombok Timur: Membangun Rasa Ingin Tahu dan Kreativitas Siswa
AGTS yang diselenggarakan di salah satu sekolah di Lombok Timur memberikan dampak yang signifikan terhadap pola pikir siswa mengenai penelitian. Para peserta didorong untuk berani mengajukan pertanyaan, berdiskusi secara mendalam, serta mengembangkan ide-ide kreatif yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga semakin termotivasi untuk mengeksplorasi berbagai bidang ilmu melalui penelitian

AGTS Regional DKI Jakarta: Menggali Potensi dan Kreasi Melalui Penelitian
Pada tanggal 23 November 2024, AGTS Regional DKI Jakarta diadakan secara online melalui Zoom Meeting dengan tema "Generasi Saintis Muda: Menggali Potensi dan Kreasi Melalui Penelitian.”
Acara ini menghadirkan dua narasumber inspiratif yang membagikan wawasan luar biasa mengenai penelitian:
Atikah Rifdah Ansyari menyampaikan materi berjudul "Penelitian Bukan Cuma Buat Scientist: Ngulik dengan Simpel Bisa Jadi Impactful!" yang mengajak peserta untuk lebih percaya diri dalam melakukan riset serta memahami bahwa penelitian dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat
Shalsabilla Octania Liesandra membawakan materi "Optimalisasi AI dalam Menemukan Research Gap dan Novelty" yang menjelaskan bagaimana teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat membantu peneliti dalam menemukan kebaruan suatu riset dengan lebih efektif
Acara ini berlangsung dengan penuh antusiasme, di mana para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan baru tetapi juga semakin termotivasi untuk melakukan penelitian secara lebih sistematis dan inovatif
AGTS Regional Bali: Memulai dari Nol dan Mewujudkan Mimpi Besar
Pada 7 Desember 2024, AGTS Regional Bali hadir dengan tema "Let’s Dive In From Zero, Is It Even Possible?" Sebuah ajakan yang menggugah semangat untuk membuktikan bahwa setiap langkah kecil dari titik nol bisa menjadi awal dari perjalanan luar biasa. Kegiatan ini dirancang untuk membuka wawasan generasi muda Bali mengenai pentingnya keberanian, ketekunan, dan kreativitas dalam menghadapi tantangan hidup
Melalui seminar inspiratif, workshop interaktif, dan diskusi mendalam, para peserta diajak untuk mengenali potensi diri, menghadapi kegagalan dengan sikap positif, serta melangkah maju dengan penuh percaya diri Acara ini bukan sekadar seminar, tetapi juga momentum untuk membangun mentalitas kuat bahwa memulai dari nol bukanlah hambatan, melainkan peluang besar untuk tumbuh dan berkembang
AGTS Regional Jawa Timur: Mencetak Peneliti 2045
Asosiasi Peneliti Muda Indonesia (APMI) sukses menggelar APMI Goes to School (AGTS) Jawa Timur di MAN 2 Kota Malang pada 18 Januari 2025. Mengusung tema "Peneliti 2045: Membidik Masa Depan Indonesia dengan Inovasi", kegiatan ini bertujuan menginspirasi generasi muda untuk berperan dalam penelitian dan inovasi.
Peserta mendapatkan wawasan mengenai teknik penulisan ilmiah yang kreatif dan relevan dengan tantangan masa depan Selain itu, mereka juga berkesempatan membangun jejaring dengan peneliti muda APMI Diskusi interaktif dan sesi inspirasi menjadi highlight acara, ditutup dengan pembagian merchandise eksklusif bagi peserta yang mengikuti kegiatan hingga akhir AGTS Jawa Timur menjadi langkah nyata dalam mencetak peneliti muda berbakat yang siap membangun Indonesia melalui inovasi dan riset berkualitas
AGTS: Sarana Membawa Penelitian Lebih Dekat ke Generasi Muda
Program APMI Goes to School membuktikan bahwa penelitian bukanlah sesuatu yang eksklusif bagi akademisi, melainkan dapat menjadi alat perubahan yang bisa diakses oleh siapa saja, termasuk pelajar. Dengan kegiatan yang inspiratif dan berbasis praktik langsung, APMI berhasil membangun rasa ingin tahu serta menanamkan pola pikir ilmiah di kalangan generasi muda.
Melalui AGTS, APMI tidak hanya mengajak pelajar untuk memahami penelitian tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang, berinovasi, dan berkontribusi bagi masyarakat Dengan semakin banyaknya anak muda yang tertarik dan aktif dalam dunia penelitian, harapannya akan lahir generasi peneliti masa depan yang mampu menciptakan solusi bagi permasalahan global serta membawa perubahan nyata bagi Indonesia
AGTS bukan sekadar program, tetapi sebuah gerakan untuk membumikan penelitian dan menanamkan semangat eksplorasi bagi generasi muda Karena setiap penemuan besar selalu dimulai dari satu pertanyaan sederhana: Mengapa?





Nantikan AGTS di Provinsi Kamu yaa!!


Nama Ajang
Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi
Lomba Inovasi Digital Mahasiswa
Pagelaran Sains Data, Inovasi Digital, dan TIK (ex Gemastik)
Kontes Mobil Hemat Energi
Kontes Robot
Terbang Indonesia
Kompetisi Bangunan
Gedung Indonesia
Kontes Robot Indonesia
Statistika Ria dan Festival Sains Data
Perkiraan Lomba
Jenjang Logo
Februari - Mei Mahasiswa

Maret - Juli
Mei-September Agustus-November
Maret-Oktober
Juli-November
Januari-Juli
Olimpiade Sains Nasional
Mei-Agustus
Februari-Agustus
Mahasiswa Mahasiswa


Mahasiswa Mahasiswa Mahasiswa



Mahasiswa Mahasiswa


SD, SMP, dan SMA

Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia
Maret-April
SMP dan SMA

Nama Ajang
Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional
Kontes Kapal Cepat
Tak Berawak Nasional
Kontes Kapal
Indonesia
Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Nasional (FIKSI)
Perkiraan Lomba
September-Oktober
Juli-Oktober
Jenjang Logo
Mahasiswa Mahasiswa


Juni-September
Februari-September
Lomba Kompetensi Siswa Nasional
Kompetisi Mahasiswa
Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen dan Keuangan
Kompetisi Jembatan
Indonesia
Festival dan Lomba
Seni Siswa Nasional
Februari-Agustus
Januari-Oktober
Oktober
Februari-September
Mahasiswa SMA/SMK Sederajat SMK



Mahasiswa


Mahasiswa
SD, SMP, dan SMA Sederajat


Olimpiade Olahraga Siswa Nasional
Festival Literasi Siswa
Indonesia
Pemilihan Mahasiswa Berprestasi
Februari-Agustus
September
Feberuari-Juli
SD, SMP, dan SMA Sederajat

Mahasiswa SMA Sederajat



PIMNAS HACKS: Kiat Sukses Taklukkan PIMNAS
Oleh Muhammad Fajrulfalaq Izzulfirdausyah Suryaprabandaru dan Davin Elian Qariru
Staff Biro Riset Inovasi Informasi dan Teknologi Universitas Gadjah Mada
Let’s meet our outstanding students!
M Fajrulfalaq Izzulfirdausyah Suryaprabandaru dan Davin Elian Qariru delegasi Indonesia yang menorehkan prestasi Medali Perunggu Young Inventors Challenge (YIC) 2022 di Malaysia. Mereka kembali memberikan gebrakan dengan menjadi 1 tim di ajang riset paling bergengsi tingkat universitas yakni Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIMNAS) 2024.
M. Fajrulfalaq Izzulfirdausyah Suryaprabandaru atau akrab dipanggil Fafa dan Davin Elian Qariru atau akrab dipanggil Davin mencetuskan bahwa sukses adalah tidak mengeluh dan terus berusaha. Mereka sepakat bawah “selain mendapatkan pengalaman berharga, PIMNAS juga memberikan bonus uang yang cukup besar bagi pemenang.” Jadi, perjuangan dalam PKM tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga apresiasi yang luar biasa.
Kunci Juara PIMNAS
Seorang juara PIMNAS harus memiliki mental yang kuat dan pantang menyerah, karena proses penelitian penuh tantangan dan revisi yang tak jarang menguras energi Namun, justru melalui revisi inilah kesempurnaan dapat dicapai Selain itu, tim yang solid juga menjadi kunci keberhasilan, mengingat rangkaian PKM dan PIMNAS berlangsung hampir 10 bulan waktu yang cukup panjang sehingga penting untuk memilih bidang PKM yang sesuai dengan passion Terakhir, pastikan ide yang diusung benar-benar inovatif, bukan sekadar repetisi dari yang sudah ada, karena ajang ini menekankan kreativitas dan kebaruan
Tips Teknis Menaklukkan PIMNAS!
1. Persiapan Menuju PIMNAS
Laporan yang Sesuai Format
Laporan merupakan tahap awal yang sangat krusial dalam seleksi menuju PIMNAS Kesalahan dalam format laporan bisa berujung pada kegagalan otomatis Pastikan format laporan sudah sesuai dengan pedoman yang berlaku
Menyesuaikan Isi Laporan dengan Bidang PKM Setiap bidang PKM memiliki fokus penilaian yang berbeda:
PKM Pengabdian Masyarakat (PM): Fokus utama adalah dampak sebelum dan sesudah program, bukan hanya proses pelaksanaan
1
PKM Riset Eksakta (RE): Data adalah aspek yang paling ditekankan, sehingga penyajian hasil penelitian harus kuat dan berbasis fakta
2
3
PKM Riset Sosial Humaniora (RSH): Lebih menekankan pada proses dan analisis sosial
Jika ingin menguasai PKM PM, pastikan laporan menyoroti dampak yang dihasilkan, bukan hanya aktivitas yang dilakukan
Laporan yang Sesuai Format
Laporan merupakan tahap awal yang sangat krusial dalam seleksi menuju PIMNAS Kesalahan dalam format laporan bisa berujung pada
Menggunakan Bahasa yang Informatif dan Solutif
Juri lebih memperhatikan bagaimana ide tersebut dapat dipresentasikan dengan baik daripada sekadar menilai orisinalitasnya Oleh karena itu, gunakan bahasa yang jelas, padat, dan solutif agar ide terlihat penting serta mudah dipahami


-Fafa
-Davin

2. Persiapan PKP2 (Penyisihan PIMNAS)
PKP2 adalah tahap penyisihan sebelum PIMNAS, sehingga persiapan harus maksimal: Presentasi harus menarik dan jelas
Kemampuan menjawab pertanyaan (QnA) harus kompak, semua anggota tim harus bisa menjawab dengan selaras
Manajemen waktu yang baik agar presentasi tidak melebihi batas waktu yang ditentukan
3. Seputar PIMNAS: Presentasi
Untuk bersaing di ajang PIMNAS, beberapa aspek ini harus diperhatikan:
Kelancaran presentasi, baik dari segi penyampaian maupun intonasi.
Menjawab pertanyaan dengan tepat, kesalahan sedikit pun bisa berpengaruh terhadap penilaian.
Fokus pada poin penting, terutama keberlanjutan program dan dampak yang dihasilkan.
4. Seputar PIMNAS: Poster
Poster adalah salah satu elemen penting dalam PIMNAS karena menjadi alat visual utama dalam menyampaikan gagasan Beberapa aspek yang harus diperhatikan:
Kombinasi warna yang menarik agar eye-catching
Desain yang menarik dan tidak terlalu padat, sehingga mudah dibaca dan dipahami
Alur baca yang jelas, bisa dari kiri ke kanan atau atas ke bawah
Gunakan font yang sesuai dengan tema, tidak terlalu padat, namun tetap informatif dan menarik
Tambahkan roadmap untuk memberikan gambaran yang lebih sistematis
Highlight mitra, namun jangan sampai merusak komposisi poster
Gunakan gambar dan grafik yang seimbang, jangan sampai terlihat jomplang atau tidak proporsional
Fokus tidak hanya pada dampak, tetapi juga keberlanjutan program, karena keberlanjutan adalah kunci utama dalam PKM PM

APMIINFORMATION
TERTARIKMENGIRIMKANKARYAUNTUK APMIGAZINEVOLUMEBERIKUTNYA?
OPINI

Artikel opini menyajikan pandangan atau analisis penulis tentang suatu isu, fenomena, atau tren. Dengan gaya subjektif, persuasif, dan reflektif, tulisan ini bertujuan membangun perspektif baru, mengkritisi, atau memicu diskusi.
Karya opini berbentuk esai populer dengan kisaran 300-500 kata
Ditulis dengan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris
Bebas dalam pemilihan sub-topik dan perspektif, dengan tetap mengacu pada tema utama
Dibuat secara orisinil, tidak memuat plagiarisme, dan tidak sedang terikat dengan hak publikasi di media lain
Diketik di kertas A4, margin norma, font Times New Roman, size 12, dan spasi 1,5
Diunggah dalam format dokumen Docx
RISET

bit.ly/OPINIAPMIGAZINE
Artikel berfokus pada hasil penelitian dan perkembangan terbaru di ilmu pengetahuan dan teknologi. Disajikan secara objektif dan faktual, bertujuan untuk mengedukasi, memaparkan temuan ilmiah, serta menjelaskan inovasi teknologi dengan dukungan data yang kuat.
Karya opini berbentuk esai populer dengan kisaran 300-500 kata
Ditulis dengan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris
Bebas dalam pemilihan sub-topik dan perspektif, dengan tetap mengacu pada tema utama
Dibuat secara orisinil, tidak memuat plagiarisme, dan tidak sedang terikat dengan hak publikasi di media lain
Diketik di kertas A4, margin norma, font Times New Roman, size 12, dan spasi 1,5 Diunggah dalam format dokumen Docx

KIRIM KARYA: bit.ly/SubmisiRisetTeknologi
Artikel yang menghadirkan kisah perjalanan, pengalaman, atau tantangan yang dihadapi oleh seorang peneliti. Ditulis dengan gaya naratif yang personal dan emosional, kategori ini bertujuan menginspirasi pembaca dengan kisah nyata.


KIRIM KARYA:
KIRIM KARYA: bit.ly/APMIGAZINECERITAPENELITI

