Skip to main content

AS-SANA Edisi 2

Page 1


Alhamdulillah, basah musim hujan yang turun hampir setiap hari tidak menurunkan semangat kami. Di tengahtengah kabut dan udara dingin malam hari, kaki-kaki itu tetap bergerak melangkah menuju majelis. Di antara kesibukan yang dimiliki oleh masingmasing orang, hati kami tetap bertekad untuk menjaga keistiqomahan. Rutinan Majelis Diba’ tetap terlaksana dengan baik Masing-masing Korwil berhasil menuntaskan agenda rutin bulanan ini

Korwil Malang Utara menjadi pembuka pada bulan ini Majelis Diba’ Alabama dibuka oleh Korwil Malang Utara pada

tanggal 07 Oktober 2025. Bertempat di Masjid Al-Akbar Song-Song, Ardimulyo, Singosari. Disusul oleh tiga Korwil lainnya yang menuntaskan agenda rutinan bulan ini dalam satu waktu Bulan Oktober, tiga Korwil menggelar majelis pada waktu yang bersamaan Korwil Barat, Kota, dan Selatan menggelar majelis pada Sabtu, 25 Oktober 2025

Ujung barat Malang Raya, majelis yang digelar oleh Korwil malabar bertempat di Masjid Nurul Huda Desa Ngabab, Kecamatan Pujon Kali ini, dalam pelaksanaannya, Korwil Malang Barat bekerja sama dengan Remaja Masjid Nurul Huda. Majelis ini dihadiri kurang lebih seratus jamaah. Tiga agenda wajib dalam Majelis Diba’ Alabama terlaksana dengan khusyu dan khidmat Parade Sholawat menampilkan grup Irfa’ Shoutik yang berasal dari Pujon Kali ini, sebelum doa dibacakan, Mauidhoh Hasanah disampaikan oleh Gus Syahri Nawawi Pengurus Korwil malang barat merasa, dengan menggandeng organisasi setempat dalam menggelar majelis adalah hal yang baik Hal ini dapat menumbuhkan kerukunan dan mendatangkan antusiasme yang lebih besar dari masyarakat sekitar

Sedikit bergeser ke pusat kota, Korwil Malang Kota juga mengadakan majelisnya di waktu yang sama Majelis diadakan di Masjid Jami’ Darussalam, Lowokwaru Majelis kali ini dihadiri oleh sekitar 6o jama’ah. Merupakan jumlah yang cukup besar mengingat lokasinya terletak di perkotaan Malang Kota didominasi oleh grup-grup yang berasal dari perguruan tinggi. Jika pada bulan sebelumya Korwil malang kota bekerja sama dengan UKM Seni Islami dari Universitas Islam Malang, kali ini giliran UIN Maulana Malik Ibrahim dan Universitas Negeri Malang (UM) Parade sholawat diisi oleh grup JDFI dari UIN Maliki dan grup Ulul Musthofa dari UM Kita bergeser lagi ke arah selatan. Korwil Malang Selatan mengadakan majelisnya juga di tanggal yang sama Bertempat di Masjid Darul Muttaqin Jl Raya Karang Duren, Pakisaji

Empat hari berselang, 29 Oktober Korwil Malang Timur menutup rutinan Majelis Diba’ bulan ini Berkolaborasi dengan Karang Taruna Gemulung Delima, majelis dilaksanakan di Balai Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo Majelis dihadiri sekitar 70 jamaah Pembacaan Maulid Diba’ berjalan sebagaimana mestinya Pada kesempatan kali ini tiga grup membawakan beberapa sholawat dan qasidah Tiga grup tersebut yakni, Mahabbatur Rosul, MA Mamba'ul Ulum, dan Al Mantu. Adanya majelis dan kolaborasi dengan karang taruna setempat pengurus Alabama Korwil Malang Timur merasa bahwa, Majelis Diba’ Alabama memberikan tempat bagi pencinta salawat yang selama ini tidak memiliki wadah Dengan adanya majelis ini, para pencinta salawat dapat menyalurkan kecintaannya kepada Nabi dengan membaca Maulid Diba’ bersama-sama.

Jurnal Panggung

Salah satu event festival al-banjari (fesban) yang ditunggu-tunggu oleh pegiat al-banjari adalah festival yang diadakan dalam rangka Dies Maulidiyah IQMA Fesban yang diadakan oleh

IQMA (Ikatan Qori-Qoriah Mahasiswa) UIN Sunan Ampel Surabaya menarik untuk diamati. Tidak sedikit pegiat banjari yang menanti-nanti fesban

IQMA Ada beberapa alasan mengapa fesban

IQMA patut untuk ditunggu dan dianggap bergengsi; 1) fesban tersebut telah (hampir) rutin digelar sejak setidaknya tahun 2005, 2) fesban

IQMA di satu dekade terakhir menantang para penampil dengan berbagai aturan khusus, dan 3) barangkali menjadi fesban dengan juri terbanyak sejauh ini, yaitu 11 orang Dengan adanya hal-hal tersebut, membuat fesban ini menjadi fesban yang bergengsi. Para grup al-Banjari serius untuk dapat dinobatkan sebagai jawara pada fesban ini Menjadi sebuah kebanggan jika sebuah grup menjadi jawara pada fesban ini.

Pada tanggal 19 Oktober kemarin, fesban IQMA 2025 digelar. Kali ini salah satu grup dari Malang, IIQSI, berhasil meraih juara ke-2 Mereka meraih total nilai 97,00, sedikit lebih unggul dari juara ke-3 yang mendapatkan nilai sebesar 96,85 IIQSI menjadi satu-satunya grup dari Malang yang masuk nominasi pada fesban IQMA kali ini.

Kalianpenasaranngga,siapasihsebenarnyagrupIIQSIitu?GimanapersiapanmerekadalammengikutifesbanIQMAini Tim redaksisempatsedikitberbincangdengansalahsatucacak-cacakIIQSI.

IIQSI adalah sebuah grup dari Singosari yang terbentuk pada tahun 2023. Nama IIQSI bisa memiliki dua arti. Pertama, IIQSI adalah singkatan dari Ikatan Santri Islami Kedua, nama itu juga dimaksudkan dari fi’il amr yaitu qis “madakno siro” Maksud dari qis di sini adalah bahwa, semua anggota adalah sama, tidak ada yang dibeda-bedakan. Semua memiliki kedudukan yang sama, tidak ada yang dilebihkan atau dikurangkan. Awal mula terbentuknya pada tanggal 6 Mei 2023 Saat itu, para alumni grup Jabal Rohmah (JR) dari Pondok Pesantren Alquran Nurul Huda (NH) Singosari sepakat dan ingin terus bersilaturahmi Diinisiasi dari para alumni Jabal Rohmah yang telah lulus dari pondok NH, anggota grup ini meluas. Menjadi wadah silaturahmi dari para alumni beberapa pondok di Singosari Saat ini ada yang merupakan alumni Pondok Hidayatul Quran atau yang biasa disebut PHQ, juga berapa anak sekitar yang tidak dari pondok pesantren, atau disebut ‘anak rumahan’ IIQSI sendiri mengikuti fesban pertamanya pada tahun 2023 di Karangploso dan langsung mendapatkan posisi Terbaik 5 (Harapan 2)

Untuk menjadi seorang pemenang, tentu saja tidak melalui proses yang mudah dan singkat Bonding yang sudah terbangun antar beberapa personil sejak di JR, juga latihan yang konsisten menjadi kunci bagi grup ini Saat ini, beberapa personil sudah berdomisili di berbagai kota yang berbeda. Meskipun begitu, cacak-cacak IIQSI tetap meluangkan waktu dan tenaga untuk tetap berkumpul dan berlatih Sebelum naik ke panggung IQMA, durasi waktu latihan terhitung dua minggu sebelum hari pelaksanaan Untuk minggu kedua, latihan dilaksanakan tiga kali dalam satu minggu. Kali pertama dan kedua, barisan depan dan barisan belakang berlatih terpisah Barisan depan berlatih di Pandaan, dengan pertimbangan titik tengah di antara wilayah domisili para personil di Sidoarjo, Pandaan, dan Malang Lalu, untuk latihan terakhir dilaksanakan bersamasama barisan depan dan belakang di Singosari. Dengan usaha yang maksimal dan penampilan yang alhamdulillah sesuai harapan, IIQSI berhasil membawakan dua lagu baru di panggung fesban IQMA tahun ini Lagu apa yang dibawakan? Akan diulas lebih dalam pada rubrik Syiar Syair

Jurnal Panggung

Tiga grup dari Malang berhasil menguasai podium festival alBanjari Papa Muda Fest Minggu, 26 Oktober 2025 telah berlangsung festival al-Banjari se Jawa Timur Fesban yang diadakan di Lapangan Pulesari Tirtomoyo, Pakis ini diikuti oleh 45 peserta dari berbagai kota di Jawa Timur. Hal menarik dari fesban kali ini adalah, grup dari Malang berhasil menguasai nominasi juara Tiga nilai tertinggi berhasil didapatkan oleh grup dari Malang. Ketiga grup tersebut yakni: An-Nusaima sebagai juara pertama, Ulul Musthofa Putri sebagai juara kedua, dan Jadid Muazzam sebagai juara ketiga Fesban Papa Muda Fest ini menarik, karena terdapat 6 juri yang menilai masing-masing peserta Keenam dewan juri menilai empat bidang yang berbeda Keempat bidang tersebut yaitu: suara dan lagu, banjari, adab dan syair, serta ibtihal

Di bulan Oktober, juga terdapat fesban tingkat Malang Raya yang diadakan oleh PR IPNU IPPNU Pagentan, Singosari. Fesban ini dilaksanakan di SMK Plus Al Maarif pada tanggal 18 Oktober 2025. Pada fesban kali ini grup Ahlul Qoryah berhasil mendapatkan juara pertama

Rindumemancardarikeduabibirnya, untukumatnya.Dambaannyaadalah untukberjumpadenganmereka Parakekasihnyaadalahmereka, yangmembenarkannya–mengimaninya–meskibelumpernahmelihatnya

Parasahabatbertanya, “Siapakahsaudara-saudarayangmasihakandatang itu?

Bukankahkamiiniumatpilihan,wahaiRasulullah?” Jawabanbeliau,denganbegitudalammaknanya, “Kalianadalahparasahabatkuyangmulia, sedangkanmerekaadalahsaudara-saudarakuyang terpilih.

Merekaputihberseri,bersinarbagaiburungyang terbangtinggi

Wajah-wajahmerekaindah,lembut,danpenuh kesejukan.”

Betapaakurindu,wahaikekasihku. Betapaperpisahaniniterasapanjang, Kerinduantelahmemenuhiufuk, Danrindudihati,betapaperihdanberatrasanya.

Syair yang dibawakan IIQSI pada Fesban IQMA 2025 memanglah indah Syair yang dikarang oleh Sumayya Ahmad tersebut berakar pada kerinduan Nabi untuk umat beliau, dan memberikan sentuhan tebal pada umatnya yang tidak pernah menjumpai beliau Tempat spesial untuk umat beliau yang belum pernah berjumpa bukanlah hanya untuk keindahan syair atau hanya isapan jempol belaka; kekhususan tersebut memang nyata adanya.

Dalam banyak riwayat, Nabi Muhammad Saw bersabda bahwa beruntunglah orang-orang yang pernah berjumpa dan iman kepada beliau “Tūbā li-man ra ʾ ānī wa āmana bī” Kemudian, redaksi tersebut diulang 3 atau 7 kali untuk orang-orang yang beriman kepada beliau meskipun tidak pernah berjumpa dengan beliau “Wa tūbā li-man āmana bī wa lam yara-nī (HR Ahmad)

Umat Nabi Muhammad Saw yang beriman meski tidak pernah berjumpa dengan beliau juga disebut sebagai manusia dengan iman yang mengagumkan Suatu ketika, Nabi Muhammad ﷺ bertanya kepada para sahabat, “Tahukah kalian siapa yang imannya paling mengagumkan?” Para sahabat menjawab, “Malaikat” Nabi bersabda, “Bagaimana mungkin mereka tidak beriman, sedangkan mereka melihat perkara-perkara ghaib itu?” Para sahabat menjawab, “Para Nabi” Nabi Muhammad ﷺ bersabda, Bagaimana mungkin, sedangkan wahyu turun kepada mereka?” Para sahabat berkata, “(Iman) para sahabat, ya Rasul” Nabi bersabda, “Bagaimana mungkin para sahabatku, sedangkan mereka melihat apa yang mereka lihat?

Riwayat dalam Sahīh Muslim (249) memuat keterangan yang dikutip oleh syair di atas Keterangan tersebut adalah mengenai keinginan Nabi untuk berjumpa dengan umat beliau yang tidak pernah bertemu dengan beliau Nabi bersabda, “Betapa aku ingin berjumpa dengan saudara-saudaraku” Para sahabat bertanya, “Bukankah kami saudaramu, ya Rasulallah?” Beliau menjawab, “Kalian adalah sahabatku Saudarasaudaraku adalah mereka yang datang setelah kalian”Riwayat Ibn Abī Shayba dalam musnad-nya menambahkan bahwa ikhwān tersebut beriman kepada Nabi seperti halnya para sahabat beriman, dan membela Nabi seperti halnya para sahabat membela Nabi. Riwayat-riwayat tersebut juga sesuai dengan pertanyaan sahabat mengenai “Siapakah saudara-saudara (ikhwān) tersebut?” yang dimuat dalam syair

Riwayat-riwayat tersebut terus diperkaya oleh penjelasan para ulama. Dalam syarah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, para ulama seperti Qādī ‘Iyād dan al-Bājī menegaskan bahwa penyebutan “ikhwan” tidak mengurangi kemuliaan sahabat, melainkan menunjukkan dua jenis kedekatan, yaitu 1) kedekatan sahabat, yaitu yang bertemu dan menyertai Nabi Saw., dan 2) kedekatan ukhuwah (persaudaraan), yaitu mereka yang jauh secara zaman, tetapi dekat secara iman

Yang paling menakjubkan adalah iman orangorang yang datang setelahku, meskipun tidak pernah bertemu denganku. Mereka membenarkanku meskipun tidak pernah bertemu denganku. Mereka adalah saudarasaudaraku”(al-Ṭabarānī, al-Muʿjam al-Kabīr).

Perdebatan ulama tentang mana generasi yang lebih utama memperlihatkan dinamika pemikiran Islam yang kaya: ada yang melihat sahabat tetap lebih utama karena keistimewaan “ﺔﺒﺤﺻ” sebagaimana ditegaskan dalam hadis “ﻞﺜﻣ

… ” . Namun, sebagian ulama lain, seperti Ibn ‘Abd al-Barr, memberi ruang bahwa sebagian orang akhir zaman bisa melampaui sebagian sahabat yang tidak memiliki keutamaan khusus di masa hidup Rasulullah ﷺ Riwayat-riwayat mawlid dan syair-syair tradisi shalawat pun menggemakan makna ini sebagai bentuk apresiasi terhadap umat di segala zaman.

Maka bait

” bukan sekadar rangkaian kata indah; ia menjembatani antara dunia syair dan dunia hadis Ia mengingatkan kita bahwa cinta kepada Rasulullah ﷺ tidak dibatasi oleh jarak sejarah Bahkan, dalam beberapa hadis, generasi yang tidak pernah melihat beliau justru mendapatkan sanjungan istimewa karena iman mereka berdiri tanpa sandaran visual, tetapi bersandar sepenuhnya pada kepercayaan, pengetahuan, dan kecintaan

Syair ini juga menyentuh makna lain yang lebih halus Ketika sahabat bertanya dalam syair

, itu selaras dengan dialog para sahabat dalam sejumlah riwayat hadis di atas Dan ketika Nabi ﷺ menjawab dalam syair

ini hampir paralel dengan jawaban Nabi ﷺ dalam hadis Muslim ketika beliau menjelaskan:

Melalui seluruh rangkaian syair ini, kita melihat gambaran utuh mengenai umat yang dirindukan Nabi ﷺ. Namun, kerinduan dan kemuliaan orang-orang yang beriman meski tidak pernah berjumpa dengan Nabi itu bukanlah hal yang patut kita bangga-banggakan (saja) Kerinduan tersebut sudah selayaknya membuat kita sadar bahwa jika Nabi merindukan dan ingin berjumpa dengan kita, bukankah kita yang seharusnya lebih rindu kepada Nabi dan lebih ingin berjumpa dengan beliau? Jika Nabi memuliakan kita, apakah kita sudah cukup memuliakan Nabi?

WaLlāh a ʿlam

Penulis: Mohammad Tibyan Isyqi

Galeri Histori

Agenda Mendatang

Dalam rangka Haul ke-1 Ibu Hj. Lilik Ahyanah, terdapat agenda Malam Minggu Majlisan yang juga diselenggarakan bersama ALABAMA Malang Timur. Acara tersebut akan diselenggarakan di TPQ ArRoudhohPakiskembar,MalangpadahariSabtu,13Desember2025.Agendainiakanterasaistimewakarena insyaAllahakandihadiriolehbeberapasenioral-banjariJawaTimur:Ust.RizalMusabbah(Mojokerto),Ust. Farid As’ad (Sidoarjo), dan Ust Aliman (Mojokerto) Ketiganya merupakan penabuh yang sangat berpengalaman. Beberapa grup yang aktif fesban tentu saja tidak akan asing dengan nama-nama tersebut. Kehadiranbeliau-beliaudiharapkansemakinmenambahgairah,semangat,danpengalamanbagiparapencinta al-banjari, khususnya di Malang Raya. Pada akhir acara, akan ada sesi sarasehan yang dimaksudkan untuk salingberbagidanbelajar.

Hurmat Haul Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo

Pondok pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo merupakan salah satu pesantren besar di Jawa Timur. Dalam memperingati Haul Masyayikh, Nurul Jadid mengadakan beberapa acara yang tergabung dalam satu rangkaian acara Haul dan Harlah. Salah satu agenda dalam rangkaian tersebut adalah Fesban. Fesban dalam rangkahauldanharlahPondokPesantrenNurulJadidtelahberlangsungbeberapatahunterakhirini Diawal bulandepan,Desember2025,kitaakankembalimenyaksikanfesbantersebut.FesbanNJditahun2025terjadi 2 kali, karena mengikuti Harlah di bulan Januari pekan kedua, yang mana, hitungannya menggunakan kalenderHijriyah.Begitulah,FesbanNurulJadidedisiterbaruakandigelarpadahariAhad,7Desember2025. Bukan hanya tingkat Jawa Timur, fesban NJ ini merupakan fesban se-Nusantara. Salah satu peserta yang paling jauh adalah grup Turbatus Syifa dari Jakarta. Beberapa grup dari Malang Raya sendiri juga siap memeriahkanfesbanNJ.Grup-gruptersebutdiantaranyaadalahSohibilBushra,JadidMuazzam,danIIQSI.

StrukturRedaksi

Pelindung

PenanggungJawab

PemimpinRedaksi

LayoutDesigner :Ust Dimyatial-Mahfud :MohammadTibyanIsyqi :RahajengAlfiatuzuhro :AhmadZaqqiZidanulKarim

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook