Skip to main content

activated-basic-course-01_id

Page 1


berkobar

PENCARIAN MAKNA

Mencari Tujuan Hidup

Allah Yang Pribadi

Hubungan dengan

Pencipta Kita

Siapa Yesus?

Temuilah Orangnya

Seperti Apa Surga

Apa yang terjadi setelah

kita meninggal

Pelajaran Dasar Berkobar 1 • Menemukan Iman

b erkobar

Hidup ini sebenarnya tentang apa? Untuk apa saya ada di sini? Apakah ada tujuan, rencana untuk saya? Dan jika demikian, apakah itu? Pertanyaanpertanyaan seperti ini telah menggugah jiwa dan imajinasi manusia di sepanjang zaman. Terlepas dari kebangsaan, status sosial, etnis, atau keyakinan kita, orang-orang di seluruh dunia mencari hal yang sama—kebenaran yang tertinggi, makna, kasih sayang, kebahagiaan, dan ketenangan pikiran.

Di dunia yang selalu berubah dan semakin rumit dan serba cepat yang saling berhubungan, semakin banyak orang mendapati diri mereka terjebak dalam hiruk pikuk untuk menjadi sukses atau memenuhi kebutuhan finansial. Seringkali orang tidak punya banyak waktu untuk merenungkan hal-hal yang tampaknya abstrak seperti makna hidup atau nasib kekal jiwa mereka.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, orang sering mendapati bahwa tekanan hidup dan usaha untuk memenuhi semua komitmen menyebabkan mereka menjadi stres dan cemas, bukan damai atau puas. Dunia ini dan segala materi serta kesenangan semu tidak akan pernah bisa menjawab pertanyaan besar tentang kehidupan. Materi mungkin memuaskan sementara, tetapi tidak pernah dapat memuaskan jiwa yang senantiasa rindu akan kebenaran, tujuan, dan makna.

Ketika krisis atau tragedi pribadi melanda—kecelakaan yang tidak terduga atau penyakit kritis, kematian anggota keluarga, kehilangan secara pribadi yang besar dalam bentuk apa pun—semua pencapaian dan barang di dunia ini tidak banyak membantu atau memulihkan pengharapan. Pada saat-saat seperti itulah orang sering menyadari bahwa nilai-nilai kehidupan yang sebenarnya— kasih, tujuan, dan takdir yang kekal—adalah yang paling penting.

Alkitab mengatakan bahwa Allah adalah Bapa yang pengasih, yang mengasihi setiap manusia secara unik dan menciptakan dunia yang indah ini. Sebagai Pencipta ilahi, Tuhan adalah satu-satunya yang dapat memberi makna pada alam semesta, tujuan pada planet, kasih pada hati kita, damai sejahtera pada pikiran kita, kelegaan bagi roh kita, dan sukacita bagi jiwa kita. Dengan percaya kepada Yesus Kristus, kita menjadi anak-anak Allah. Dia bersekutu dengan kita, diam di dalam diri kita, dan mengasihi kita.

Kami ingin menganjurkan agar Anda belajar lebih banyak tentang Tuhan, kasih-Nya untuk umat manusia, dan rencana-Nya untuk hidup Anda dalam rangkaian majalah Berkobar ini. Rangkaian ini akan mencakup topik yang mendasar untuk menumbuhkan iman Anda, membentuk hubungan dengan Tuhan, menekuni Firman-Nya di Alkitab, dan berbagi iman Anda dengan orang lain. Kami berdoa semoga Pelajaran Dasar Berkobar dapat menjadi berkat bagi Anda dalam perjalanan iman Anda! Redaktur

Untuk bacaan lain dan informasi lebih lanjut kunjungi website atau kirim email.

Website: activated.org

Email: activated@activated.org

Indonesia: Email: h4m.hungry4more@gmail.com

© 2024 Activated. Hak Cipta dilindungi oleh Undang-undang.

Desain oleh Gentian Suçi.

ALLAH

YANG PRIBADI

Beberapa agama besar dunia tidak menganut atau menyembah Allah yang pribadi. Sebaliknya, Allah dipandang sebagai semacam realitas tertinggi, prinsip tertinggi, atau mutlak yang mendasari alam semesta. Dalam konsep Allah yang seperti ini, biasanya Allah dipersepsikan sebagai makhluk yang agak jauh dan menyendiri dari kebutuhan dan keadaan manusia. Namun, Alkitab mengatakan bahwa Allah secara pribadi sangat memperhatikan setiap dari kita, dan seperti seorang bapak mengasihi anak-anaknya, begitulah TUHAN mengasihi orang yang takwa (Mazmur 103:13 BIS).

Agama-agama lain, mengakui keajaiban dan keseimbangan alam yang luar biasa, telah menyimpulkan bahwa ciptaan fisik itu sendiri pastilah Allah, dan bahwa segala sesuatu yang kita lihat adalah manifestasi atau bagian dari Tuhan. Karena Dia adalah kekuatan besar yang telah menciptakan segala sesuatu, dalam arti tertentu Allah adalah bagian dari segala sesuatu dan segala sesuatu adalah bagian dari Dia, dari galaksi yang sangat luas di angkasa hingga kekuatan kohesif dari atom yang paling kecil. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa kita bisa menyembah dan mengenal Sang Pencipta secara pribadi dan memiliki hubungan yang hidup dengan Tuhan sendiri. Allah bukanlah makhluk yang nun jauh di sana, yang tidak tertarik. Dia adalah Allah yang pribadi, yang menginginkan hubungan dengan ciptaan-Nya. Dia telah memperkenalkan diri-Nya kepada kita melalui FirmanNya di dalam Alkitab.

Allah tidak ingin kita menderita karena berpisah dari-Nya. Hati kita tidak akan pernah benar-benar terpuaskan tanpa mengenal Allah dan kasih-Nya, karena Allah adalah kasih (1Yohanes 4:8). Untuk menolong kita mengenal Dia dan memberi kita kehidupan abadi dan keselamatan-Nya, Dia mengutus Anak-Nya sendiri, Yesus, ke bumi lebih dari 2.000 tahun yang lalu. Melalui mujizat Yesus dikandung oleh Roh Allah dan menjadi perwakilan Allah yang hidup, supaya kita bisa melihat seperti apa Pencipta agung yang tak terlihat itu. Dan gambaran itu adalah Allah yang penuh kasih, sebab Yesus berkeliling sambil berbuat baik, menolong orang, dan mengajarkan kasih Allah yang besar untuk kita semua.

Setelah Yesus menyelesaikan tugas-Nya mewartakan kabar baik keselamatan kepada dunia, Dia memberikan nyawa-Nya di kayu salib untuk dosa seluruh umat manusia. Tiga hari setelah tubuh-Nya yang tak bernyawa dibaringkan di kubur, Yesus bangkit dari kematian, mengalahkan maut dan neraka selamanya. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16). ■

SIAPA YESUS?

Yesus datang ke dunia sebagai bayi yang tak berdaya, dilahirkan dari seorang perempuan muda sederhana yang mengandung karena mujizat, sedangkan dia belum pernah tidur dengan lelaki mana pun. Sebetulnya, kabar tentang kehamilannya begitu mengejutkan sehingga ketika lelaki yang kepadanya perempuan itu bertunangan mengetahui tentang hal ini, dia segera memutuskan untuk membatalkan pertunangan tersebut.—Hingga seorang malaikat yang berkuasa campur tangan dan memerintahkannya agar tetap bersama dengan perempuan itu dan merawat anak istimewa yang tengah dikandungnya.

Meskipun ditahbiskan dan ditakdirkan untuk menjadi Raja atas segala raja, Dia tidak dilahirkan di istana dengan penghormatan dan pujian dari lembaga mana pun. Sebaliknya, Dia lahir di lantai kandang hewan yang kotor di tengah-tengah ternak dan keledai; Dia dibungkus kain perca dan dibaringkan di tempat pakan ternak.

Meskipun kelahiran-Nya tidak digembar-gemborkan atau mendapat pengakuan dari institusi manusia, malam itu di lereng bukit terdekat, beberapa gembala miskin terpesona saat cahaya cemerlang bersinar di langit berbintang dan sejumlah utusan dari surga memenuhi malam dengan pernyataan gembira mereka: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya. Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan.” (Lukas 2:11–14).

Ayah-Nya yang di dunia adalah seorang tukang kayu, seorang tukang kayu sederhana. Yesus menyesuaikan diri dengan cara kita sebagai manusia, tradisi, dan bahasa agar Dia dapat memahami dan berkomunikasi dengan kita dalam pemahaman kita yang terbatas. Dia melihat penderitaan orang-orang dan memiliki belas kasih yang besar terhadap mereka.

Ketika Dia memulai pekerjaan hidup-Nya, Dia berjalan berkeliling sambil berbuat baik. Dia bukan hanya mengkhotbahkan kasih dan kebenaran-Nya, tetapi Dia menghidupinya. Dia bukan hanya melayani kebutuhan rohani orang-orang itu, tetapi Dia juga peduli akan kebutuhan jasmani dan materi, melalui mujizat menyembuhkan ketika orang-orang itu sakit, memberi mereka makan ketika mereka lapar, dan berbagi hidup dan kasih-Nya dengan mereka. Di sepanjang pelayanan-Nya Dia membuat orang buta melihat, orang tuli mendengar, orang kusta menjadi tahir, dan membangkitkan orang mati.

Ia telah mengosongkan diri-Nya sehingga tanpa reputasi (Filipi 2:7 ), dan dituduh berteman dengan para pemabuk, pelacur, dan pendosa, orang-orang yang terbuang dan tertindas oleh masyarakat. Dia bahkan mengatakan bahwa orang-orang tersebut akan masuk ke dalam kerajaan surga bahkan sebelum para pemimpin agama yang menolak Dia dan pesan-Nya tentang kebenaran dan kasih.

Ketika pesan-Nya tentang kebenaran dan kasih Tuhan menyebar dan pengikut-Nya berlipat ganda, pihak agama yang telah mapan dan para pemimpinnya menyadari bagaimana tukang kayu dari Nazaret yang sebelumnya tidak dikenal ini merupakan ancaman bagi mereka. Mereka menyuruh agar Dia ditangkap dan diadili atas tuduhan palsu tentang penghasutan dan subversi. Meskipun gubernur Roma mendapati bahwa Yesus tidak bersalah, dia ditekan dan dibujuk oleh para pemuka agama itu agar mengeksekusi Yesus.

Tepat sebelum penangkapan-Nya, Yesus berkata, “Mereka bahkan tidak dapat menyentuh Aku tanpa izin Bapa-Ku. Seandainya Aku mengangkat jari kelingking-Ku, lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku!” (Matius 26:53). Sebaliknya, Dia memilih mati, untuk menyelamatkan Anda dan saya. Tidak ada seorang pun yang mengambil nyawa-Nya dariNya. Dia melepaskannya; Dia menyerahkan hidup-Nya atas kehendak dan kemauan-Nya sendiri.

Namun bahkan kematian-Nya pun tidak memuaskan musuh-musuh-Nya. Untuk memastikan bahwa para pengikut-Nya tidak dapat mencuri tubuh-Nya dan mengklaim bahwa Dia telah hidup kembali, mereka menempatkan sebuah batu besar di depan pintu makamNya dan menempatkan satu detasemen tentara Romawi di sana untuk menjaganya.—Suatu rencana yang terbukti sia-sia, ketika para penjaga ini menjadi saksi mata mujizat

terbesar yang pernah ada, ketika tiga hari setelah tubuhNya yang tak bernyawa itu dikuburkan di dalam kubur yang dingin, Yesus bangkit dari kematian, pemenang atas maut dan neraka untuk selama-lamanya!

Semenjak mujizat yang terjadi lebih dari 2.000 tahun yang lalu itu, Yesus Kristus telah melakukan lebih banyak hal untuk mengubah sejarah dan arah peradaban serta kondisi umat manusia dibandingkan pemimpin, kelompok, pemerintahan, atau kerajaan mana pun. Dia telah menyelamatkan miliaran orang dari ketakutan dan ketidakpastian akan kematian tanpa harapan dan telah memberikan kehidupan kekal dan kasih Tuhan kepada semua yang berseru kepada nama-Nya.

Yesus Kristus bukan sekedar filsuf, guru, rabi atau guru, atau bahkan seorang nabi. Dia adalah Anak Allah. Tuhan, Sang Pencipta yang agung, maha kuasa, maha tahu, ada di mana-mana dan dalam segala sesuatu—jauh melampaui pemahaman manusia yang terbatas. Alkitab memberitahu kita bahwa Allah adalah kasih (1Yohanes 4:8), dan karena Ia begitu mengasihi dunia, Ia mengutus Anak-Nya, Yesus, dalam wujud manusia, untuk menunjukkan kepada kita seperti apa Dia sendiri dan untuk membawa kita kepada diri-Nya.

Yesus adalah satu-satunya yang mati bagi dosa dunia dan bangkit dari kematian. Dialah satu-satunya Juruselamat. Kata-Nya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).

Bagaimana Anda dapat tahu tanpa ragu-ragu bahwa Yesus Kristus benar-benar Anak Allah, jalan menuju keselamatan? Dengan tulus mintalah agar Dia menyatakan diri-Nya kepada Anda. Dia nyata dan Dia mengasihi Anda—sedemikian besarnya sehingga Dia mati bagi Anda dan menderita karena dosa-dosa Anda, sehingga Anda tidak perlu melakukan hal itu, jika Anda mau menerima Dia dan anugerah hidup kekal yang cuma-cuma dariNya. ■

SUATU KEHIDUPAN TERSENDIRI YANG MERUBAH DUNIA

Oleh James A. Francis (1864–1928)

Inilah seseorang yang lahir di sebuah desa yang tidak begitu jelas namanya, anak seorang perempuan desa. Dia bertumbuh di desa yang lain. Dia bekerja di sebuah toko tukang kayu hingga berusia tigapuluh tahun, kemudian selama tiga tahun Dia menjadi seorang pekabar Injil yang tidak menetap. Dia tidak pernah menulis buku. Dia tidak pernah punya kantor. Dia tidak pernah punya rumah. Dia tidak pernah berkeluarga. Dia tidak pernah kuliah. Dia tidak pernah menjejakkan kaki ke kota besar. Dia tidak pernah bepergian lebih jauh dari dua ratus kilometer dari tempat di mana Dia dilahirkan. Dia tidak pernah melakukan sesuatu yang bisa dianggap sebagai tanda keberhasilan di dalam masyarakat yang bersifat kontemporer ini. Dia tidak punya gelar melainkan hanya Diri-Nya Sendiri. Dia tidak memiliki apa-apa dari dunia ini, hanya kekuasaan dari keilahian-Nya. Sementara usianya masih muda, pendapat masyarakat umum bergejolak untuk menentang diri-Nya.

Sahabat-sahabat-Nya melarikan diri. Salah seorang dari antara mereka mengkhianati Dia, dan yang seorang lagi menyangkal diri-Nya. Dia diserahkan ke dalam tangan musuh-musuh-Nya. Dia diajukan ke pengadilan yang sangat merendahkan diri-Nya. Dia dipaku di atas kayu salib di antara dua orang pencuri. Selagi mendekati ajal-Nya, orang-orang yang melaksanakan hukuman tersebut lalu membuang undi untuk mendapatkan satu-satunya harta yang dimiliki-Nya di atas bumi ini yaitu jubah-Nya. Ketika Dia telah wafat, Dia diturunkan dari atas kayu salib dan dibaringkan di dalam sebuah kuburan berdasarkan belas kasih seorang sahabat-Nya. Dua puluh abad telah datang dan berlalu, dan sekarang ini Dia menjadi pusat perhatian dari umat manusia, Dia menjadi sumber bimbingan yang terbesar serta inspirasi yang ilahi. Saya rasa akurat jika saya mengatakan bahwa dari semua angkatan perang yang pernah bertarung, dari semua angkatan laut yang pernah dibentuk, dari semua bangku parlemen yang pernah diduduki, dan dari semua raja yang pernah berkuasa, dijadikan satu, masih tidak bisa mempengaruhi kehidupan seseorang di atas muka bumi ini, sehebat seperti pengaruh yang diberikan oleh suatu kehidupan yang tersendiri tadi—Yesus! ■

MENGAPA YESUS MATI?

Mengapa Tuhan alam semesta, Allah yang menjadi daging, membiarkan diri-Nya ditangkap, dilempari tuduhan palsu, diadili dan dihakimi, dipecut, ditelanjangi dan dipaku ke atas kayu salib layaknya kriminal? Jawabannya sederhana saja: Sebab Dia mengasihi Anda dan saya!

Kita semua pernah berbuat salah dan bersikap tidak ramah terhadap orang lain. Alkitab mengatakan, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). Yang paling parah adalah dosa memisahkan kita dari Tuhan, yang sepenuhnya tanpa dosa dan sempurna. Dalam upaya membawa kita kepada Tuhan, Yesus, Anak Allah yang tanpa dosa, menanggung dosa segenap umat manusia. Dia mengambil hukuman atas dosa-dosa kita dan menderita kematian yang menyakitkan di kayu salib. Dia menjalankan kematian seorang pendosa sehingga melalui pengorbanan-Nya, kita dapat memperoleh pengampunan dan kebebasan dari dosa-dosa kita.

TEMUILAH ORANGNYA

Jika Anda belum pernah bertemu dengan Yesus atau menerima pengampunan-Nya serta pemberian-Nya yang berupa hidup yang kekal, Anda dapat secara pribadi menerima Yesus ke dalam hati dan hidup Anda dengan mengucapkan doa berikut:

Tuhan Yesus, ampunilah kiranya segala dosa-dosaku. Aku percaya bahwa Engkau adalah Anak Allah dan bahwa Engkau mati untukku, dan aku memohon agar Engkau masuk ke dalam hidupku. Aku membuka pintu dan mengundang-Mu untuk masuk ke dalam hatiku. Penuhilah kiranya aku dengan Roh Kudus-Mu, dan tolonglah aku untuk memberitakan kepada orang lain tentang Engkau supaya mereka bisa mengenal-Mu juga. Amin.

MENCARI TUJUAN SAYA

Oleh Ruth Davidson

Ketika masih sekolah, saya ingat pernah mendengar lagu melankolis yang liriknya, “Mengapa aku dilahirkan; mengapa aku hidup?” Pada saat itu, saya tidak dapat membayangkan mengapa ada orang yang menanyakan pertanyaan itu pada dirinya sendiri.

Namun seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari bahwa setiap orang mencari jawaban, alasan untuk hidup. Saya dapat melihat bahwa banyak orang bertanya pada diri sendiri seperti, Mengapa aku dilahirkan? atau Apa tujuan hidupku?

Sayangnya ada orang-orang yang menjalani seluruh hidup mereka mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini tanpa pernah menemukannya. Tetapi begitu kita menengadah kepada Pencipta kita dan rencana-Nya bagi umat manusia, kita dapat mulai melihat untuk apa kita di sini dan apa yang harus kita lakukan dengan hidup kita. Saat kita melihat melampaui diri kita sendiri dan kepada kebenaran Firman Tuhan, kita mulai melihat apa arti hidup ini.

Ketika waktu kita di bumi ini telah berakhir dan Tuhan memanggil kita pulang ke rumah abadi, yang akan berarti adalah kasih kita kepada Tuhan dan sesama, terwujud melalui perkataan dan perbuatan karena kebaikan hati..

Ruth Davidson (1939–2023) adalah misionaris di Timur Tengah, India, dan Amerika Selatan selama 25 tahun, dan pengarang serta kontributor untuk situs thebibleforyou.com. ■

KEUNIKAN YESUS

Bagi para sejarawan, fakta tentang Yesus sama pasti dan nyatanya dengan Julius Caesar. Kita tidak hanya menemukan gambaran akurat tentang Dia dalam dokumen-dokumen Perjanjian Baru, tetapi juga berlusin-lusin manuskrip kuno non-alkitabiah menegaskan bahwa Yesus adalah tokoh sejarah asli yang hidup di Palestina pada awal abad pertama.

Jika ada kata sifat yang menggambarkan Yesus, maka itu adalah “unik.” Pesan-Nya unik. Klaim yang Dia buat tentang diri-Nya unik. Mujizat-Nya unik. Dan pengaruh yang Dia miliki di dunia tidak ada tandingannya.

Salah satu aspek yang sangat luar biasa dan unik dari kehidupan Yesus adalah bahwa ratusan prediksi dan nubuat yang rinci dibuat berabad-abad sebelum Dia dilahirkan—rincian spesifik mengenai kelahiran, kehidupan, dan kematian-Nya—yang tidak mungkin dapat digenapi oleh manusia fana biasa. Dalam Perjanjian Lama, lebih dari 300 prediksi semacam itu tentang “Mesias” atau “Juruselamat” dapat ditemukan, ditulis berabad-abad sebelum Yesus lahir.

Pada tahun 750 SM, nabi Yesaya menubuatkan bahwa “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak

laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel” (Yesaya 7:14). Tujuh setengah abad kemudian, seorang perawan muda di Israel bernama Maria dikunjungi oleh malaikat Gabriel, yang mengumumkan kepadanya bahwa dia akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan disebut Imanuel, yang berarti “Allah menyertai kita.”

Perjanjian Lama mengatakan kepada kita bahwa “Kata Maria kepada malaikat itu: ‘Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?’ Jawab malaikat itu kepadanya: ‘Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah’” (Lukas 1:34–35).

Ketika Yesus memulai pekerjaan hidup-Nya, Dia berjalan berkeliling sambil berbuat baik, membantu orang, mengasihi anak-anak, menyembuhkan hati yang sakit, menguatkan tubuh yang lelah, dan membawakan kasih Allah kepada semua yang Dia bisa. Dia bukan hanya mengkhotbahkan pesan-Nya, tetapi Dia menghidupinya sebagai salah seorang dari kita. Dia bukan hanya melayani kebutuhan rohani orang-orang, tetapi Dia menghabiskan banyak waktu untuk melayani kebutuhan jasmani dan materi mereka, melalui mujizat menyembuhkan ketika mereka sakit, membuat orang buta melihat, orang tuli mendengar, menyembuhkan penderita kusta, membangkitkan orang mati. Dia memberi makan orang banyak ketika mereka lapar dan melakukan semua yang Dia bisa untuk berbagi kehidupan dan kasih-Nya.

Persis sebelum ditangkap dan disalibkan, tahu bahwa Dia akan segera bersatu dengan Bapa-Nya yang di surga, Yesus berdoa: “Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada … sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan” (Yohanes 17:5).

Anak Allah rela melepaskan diri-Nya dari kekuasaan-Nya yang tidak terbatas dan menjadi bayi mungil yang tak berdaya. Dia meninggalkan singgasana-Nya di surga di mana malaikat yang tak terhitung jumlahnya menyembah-Nya, di mana semua kekuatan alam semesta berada di bawah perintah-Nya, dan Dia mengambil tempat seorang hamba. Dia dicemooh, diejek, dianiaya,

dan akhirnya dibunuh oleh orang-orang yang ingin Dia selamatkan.

Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Yesus adalah “Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Ibrani 4:15). Bayangkan! Anak Allah secara harfiah menjadi warga dunia ini, anggota umat manusia, manusia jasmani, untuk menebus kita dengan kasih-Nya, memberikan ekspresi nyata dari belas kasih dan perhatian-Nya, dan menolong kita untuk memahami kebenaran-Nya.

Jauh di lubuk hati mereka, kebanyakan orang tahu bahwa ada sesuatu yang hilang dalam hidup mereka. Secara lahiriah orang mungkin tampak memiliki segalanya—uang, kedudukan, keluarga, teman, semua hal yang seharusnya membuat mereka berbahagia—namun mereka masih memiliki kekosongan, rasa lapar yang tidak dapat dipuaskan oleh apa pun. Yesus berkata bahwa Dia adalah roti hidup yang akan memenuhi “kelaparan dan rasa haus” hati kita (Yohanes 6:35). Kesepian, kehampaan, dan ketidakpuasan yang begitu umum dialami manusia dapat digantikan dengan kedamaian dan sukacita abadi ketika kita datang kepada-Nya.

Yesus dan kehidupan serta ajaran-Nya bersifat universal. Tuhan mengutus Anak-Nya untuk menunjukkan kepada semua laki-laki dan perempuan, semua bangsa, semua orang, seperti apa Dia sendiri, untuk dengan bebas membawakan kasih dan kebenaran-Nya yang besar kepada kita. Di dalam Yesus, satu hal yang diperlukan untuk keselamatan dan penebusan umat manusia terjadi sedemikian rupa sehingga tidak perlu terjadi lagi. Karena alasan inilah kita dapat mengklaim dengan pasti bahwa untuk penyakit terbesar umat manusia, hanya ada satu obat khusus—Yesus.

Fakta sejarah tentang Yesus dari Nazaret tidak dapat disangkal oleh siapa pun yang secara serius dan terbuka mengkajinya. Secara khusus, tidak ada alasan untuk meragukan bahwa setelah kematian-Nya sesuatu yang luar biasa terjadi, yang merubah sekelompok kecil pengikut-Nya yang sedih menjadi sekelompok saksi yang

tidak dapat dihentikan oleh segala penganiayaan yang dilakukan oleh Kekaisaran Roma. Putus asa dan patah semangat, Tuhan mereka disalibkan dengan kejam oleh musuh-musuh-Nya, muridmurid itu mengira pengharapan mereka telah pupus dan impian mereka telah kandas. Namun tiga hari setelah kematian Yesus, iman mereka dihidupkan kembali secara dramatis sehingga tidak ada kekuatan di bumi yang dapat memadamkannya.

Perjanjian Baru mengatakan bahwa secara pribadi Yesus muncul di hadapan lebih dari 500 saksi mata setelah kebangkitan-Nya (1Korintus 15:6). Ini adalah pesan yang bergema yang dengan berani diberitakan oleh murid-murid-Nya yang pertama ke seluruh dunia, “Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati!” (Kis. 13:30).

Dan segelintir kecil pengikut-Nya yang mulamula itu terus memberitakan kepada seluruh dunia kabar baik bahwa Allah tidak hanya mengutus Anak-Nya ke dunia untuk mengajarkan kepada kita kebenaran-Nya dan menunjukkan kasih-Nya kepada kita, tetapi juga bahwa Yesus menderita kematian demi kita, dan kemudian bangkit dari kubur. Jadi kita yang mengenal dan percaya kepada-Nya tidak perlu lagi takut akan kematian, karena kita diselamatkan dan sedang dalam perjalanan ke surga, terima kasih kepada Yesus. ■

MENGENAL YESUS

Oleh Rosane Pereira

Saya dibesarkan dalam keluarga Kristen, tetapi ketika remaja, merasa terbeban dengan persoalan dunia menyebabkan saya meragukan iman saya. Ketika saya berusia 18, pacar saya adalah seorang yang berkeyakinan teguh. Kami berdiskusi tentang iman, dan dia begitu tulus sehingga saya mulai meragukan keragu-raguan saya.

Pada suatu hari, saya mengambil Perjanjian Baru miliknya, pergi ke taman kota yang besar, dan duduk di tepi sebuah danau kecil. Saya mulai membaca dari permulaan, Injil Matius. Ketika saya sampai pada bagian Khotbah di Bukit, saya terkejut! Itu adalah prinsip-prinsip yang ingin saya jalankan; hanya saja saya belum pernah melihatnya diuraikan dengan begitu jelas.

Saya terus membaca hingga sore hari, dari Injil ke Injil. Rasanya seperti adegan film, di mana seseorang begitu fokus sehingga semua orang dan segala sesuatu lenyap. Saya dibawa ke jalan-jalan berdebu di Galilea, desa-desa nelayan, bait kudus, dan saya adalah salah seorang murid Yesus, sangat ingin mendengar dan melihat apa yang akan dikatakan dan dilakukan-Nya selanjutnya.

Senja turun saat saya membaca bab terakhir dari Yohanes, dan saya tersadar. Saya pulang ke rumah sudah berubah, dan yang ingin saya lakukan hanyalah mencari tahu bagaimana saya bisa menjalani apa yang Yesus ajarkan. Beberapa bulan kemudian, Dia menunjukkan misi hidup saya, dan saya telah berusaha sebaik mungkin untuk memenuhinya sejak saat itu.

Mengenal Yesus adalah temuan terbesar yang dapat dilakukan oleh siapa pun! Ada yang mengatakan bahwa membaca Alkitab seperti membaca kisah kita sendiri, sebab kita juga merupakan bagian dari kisah itu, yang sedang dimainkan dalam hidup setiap dari kita. Bagian yang terbaik adalah kita tahu bahwa akhir dari cerita kita menyenangkan!!

Rosane Pereira adalah seorang guru bahasa Inggris dan penulis di Rio de Janeiro, Brazil, dan anggota dari the Family International. ■

INJIL YOHANES

Keempat Injil dari Perjanjian Baru —Matius, Markus, Lukas dan Yohanes—mengisahkan cerita indah tentang kehidupan Yesus di bumi. Injil yang keempat, Injil Yohanes, paling banyak berisikan perkataan-perkataan Yesus dan memberikan garis besar tentang rencana Yesus yang penuh kasih atas kehidupan Anda. Berikut adalah beberapa pasal dan ayat dari kitab Yohanes yang layak untuk diperhatikan dengan seksama sewaktu Anda membaca dan mempelajarinya:

Gembala Yang Baik—Pasal kesukaan sepanjang zaman. Pasal 10, ayat 1–30

Yesus: Firman Allah, Terang Dunia yang Sesungguhnya.

Pasal 1, ayat 1–18

Ayat kunci • Yohanes 1:12: “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”

Apa artinya “dilahirkan kembali”?

Pasal 3, ayat 1–21

Ayat kunci • Yohanes 3:3: “Yesus menjawab, kata-Nya ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah.’”

Perempuan di sumur: “Dia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.”

Pasal 4, ayat 1–30

Ayat kunci • Yohanes 4:24: “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Makan sebanyak mungkin!—Yesus memberi makan 5.000 orang.

Pasal 6, ayat 1–13, 25–40

Ayat kunci • Yohanes 6:35: “Kata Yesus kepada mereka: ‘Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.’”

Ayat kunci • Yohanes 10:27–28: “ Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.”

Lazarus bangkit dari kubur.—Bagaimana terjadinya? Pasal 11, ayat 1–46

Ayat kunci • Yohanes 11:25: “Jawab Yesus: ‘Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.’”

Yesus, Pokok Anggur yang Benar. Pasal 15 (semua)

Ayat kunci • Yohanes 15:4–5: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur … Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Doa Yesus yang terakhir, untuk kasih dan kerukunan. Pasal 17 (semua)

Ayat kunci • Yohanes 17:22–23: “Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. ■

KASIH TUHAN YANG TAK BERSYARAT

Kasih Tuhan yang tak bersyarat tidak terikat, tidak berubah dan tanpa batasan. Kasih itu diberikan dengan cuma-cuma, tak peduli apa pun yang terjadi. Setiap dari kita telah berbuat dosa, dan dosa memisahkan kita dari Tuhan. Namun demikian, Tuhan mengasihi kita. Ini bukan berarti bahwa Dia berkenan dengan segala sesuatu yang kita lakukan, tetapi Dia mengasihi kita. Sebetulnya, Dia mengasihi umat manusia sedemikian rupa sehingga Dia memungkinkan agar pelanggaran yang disebabkan oleh karena dosa dan kesalahan kita itu dijembatani melalui kematian yang penuh pengorbanan dari Anak-Nya, Yesus.

Yesus mengatakan bahwa dua perintah yang paling penting adalah mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia (Matius 22:37–40), dan kita dimaksudkan untuk membiarkan terang kita bercahaya sehingga orang lain dapat melihat perbuatan baik kita dan memuliakan Tuhan (Matius 5:16). Panggilan ini memperlihatkan bahwa Tuhan bermaksud agar kita berinteraksi dengan sesama dengan cara yang mencerminkan Dia, memperlakukan sesama dengan kasih, kepedulian, dan belas kasih, sebagaimana Dia melakukannya.

“Ketika kita dalam keadaan tidak berdaya, Kristus mati untuk kita pada waktu yang tepat yang ditentukan oleh Allah; padahal kita orang-orang yang jauh dari Allah. Tetapi Allah menyatakan kasih-Nya kepada kita ketika Kristus mati untuk kita pada waktu kita masih orang berdosa” (Roma 5:6–8).

Tuhan mengasihi kita bukan karena siapa kita tetapi karena siapa Dia. Dia mengasihi setiap orang di seluruh dunia dengan sama rata dan tanpa syarat. Bahkan jika seseorang belum pernah mendengar tentang Allah, bahkan jika seseorang mengatakan bahwa dia membenci Dia, Dia masih mengasihi orang tersebut dengan tidak bersyarat. Kasih Tuhan tidak terselami. Kasih-Nya sempurna.

Setiap manusia berharga bagi Tuhan, dengan tidak menghiraukan usia, suku bangsa, penampilan fisik, status ekonomi, kepercayaan, paham politik, atau pun orientasi seksualnya. Kita mungkin tidak menyukai keyakinan, gaya hidup, atau pilihan setiap orang. Kita mungkin tidak sependapat dengan opini politik mereka atau yang lainnya. Mereka mungkin menjalankan hidup yang tanpa moral ke-Tuhanan—tetapi tanpa menghiraukan seperti apa keadaan mereka, Tuhan mengasihi mereka.

Rasul Yakobus menulis bahwa penerapan sejati dari iman kita terdiri dari perbuatan secara batiniah dan lahiriah. Yang dapat terlihat untuk orang lain dalam cara praktikal, dan yang tidak terlihat melalui pengabdian kepada Tuhan. Katanya: “Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia” (Yakobus 1:27).

Secara terus menerus Yesus memperlihatkan kasih kepada orang lain. Dia merasakan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan dan tersentuh untuk bertindak dengan kasih. Ia berbelas kasih. Ia memperlihatkan kebaikan hati. Ia memberi makan yang lapar dan menyembuhkan yang sakit. Ia melawan kejahatan dan kezaliman.

Marilah kita melakukan apa yang dapat kita lakukan untuk menjadi contoh nyata kasih Allah bagi umat manusia, dengan berbagi Dia dan kasih-Nya dengan mereka yang membutuhkan.

Peter Amsterdam dan istrinya, Maria Fontaine, adalah pemimpin dari the Family International, sebuah komunitas beriman Kristen. ■

Kaleidoskope Kasih Tuhan

Poin-poin untuk Direnungkan

Kasih Tuhan adalah salah satu realitas alam semesta yang luar biasa, pilar tempat pengharapan dunia bertumpu. Namun itu juga sesuatu yang personal, yang intim. Tuhan tidak mengasihi populasi, Dia mengasihi manusia. Dia tidak mengasihi kerumunan orang banyak, melainkan manusia. Dia mengasihi kita semua dengan kasih yang luar biasa yang tiada permulaan dan tidak akan berakhir.—A. W. Tozer (1897–1963)

Tuhan mengasihi Anda dengan kasih yang murah hati dan berlimpah yang tidak akan pernah bisa diambil. Ini di luar pemahaman. Dia mengasihi Anda di hari baik dan di hari buruk. Dia mengasihi saat Anda berdosa dan saat Anda setia pada-Nya… Tuhan menciptakan Anda agar Dia bisa mengasihi Anda.—Rick Warren

Kasih Tuhan mencerminkan keabadian-Nya yang absolut. Kasih

Tuhan abadi, sebagaimana Dia: bertahan lebih lama dari waktu, lebih luas dan lebih dalam daripada dimensi kosmos yang tidak dapat diukur. Sebagaimana dikatakan-Nya kepada kita, “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu” (Yeremia 31:3).—David Jeremiah

Meskipun kita tidak lengkap, Tuhan mengasihi kita selengkapnya. Meskipun kita tidak sempurna, Dia mengasihi kita dengan sempurna. Meskipun kita mungkin merasa tersesat dan tanpa kompas, kasih Allah melingkupi kita sepenuhnya. ... Dia mengasihi setiap dari kita, bahkan yang cacat, yang ditolak, yang aneh, yang bermuram durja, atau hancur.—Dieter F. Uchtdorf

Bapa Anda yang ada di Surga mengasihi Anda—setiap dari Anda. Kasih itu tidak pernah berubah. Kasih itu tidak terpengaruh oleh

penampilan Anda, oleh harta Anda, atau pun oleh jumlah uang Anda yang ada di bank. Ia tidak berubah oleh talenta maupun kemampuan Anda. Semata-mata kasih itu memang ada. Kasih itu tersedia bagi Anda ketika Anda sedih atau bahagia, putus asa atau berharap. Kasih Tuhan ada untuk Anda baik Anda merasa layak dikasihi atau pun tidak. Semata-mata kasih itu memang selalu ada.—Thomas S. Monson (1927–2018)

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.—Roma 8:38–39 ■

SEPERTI APA SORGA

Pernahkah Anda bertanya-tanya apa yang terjadi pada Anda setelah Anda meninggal?

Apa yang menanti Anda ketika Anda tiba di “seberang sana”?—Jika seberang sana memang ada. Apakah surga itu ada? Jika demikian, seperti apa? Apakah Anda akan berbahagia di sana? Apakah Anda akan menemukan orang yang Anda cintai di sana? Seberapa berbedanya dengan kehidupan Anda di bumi?

Alkitab banyak berbicara tentang apa yang diharapkan ketika kita tiba di surga—seperti apa itu nantinya, seperti apa kita nantinya, seperti apa tubuh kita, dan seperti apa kehidupan nantinya. Ada juga banyak kisah dari orang-orang yang melalui pengalaman mendekati kematian di mana mereka meninggal sesaat, pergi ke surga, dan kembali untuk mengisahkan apa yang mereka alami.

Menurut Alkitab, salah satu perbedaan terbesar antara kehidupan di bumi dan di surga adalah bahwa surga adalah alam yang sempurna, tempat yang dipenuhi dengan hadirat Tuhan, di mana kita dapat menikmati semua keindahan dan keajaiban yang kita miliki di bumi ini, tetapi tanpa dukacita, kepedihan, kehampaan, kesepian, dan ketakutan yang begitu sering mencengkeram kita, dan tanpa keegoisan, keserakahan, kebencian, dan kehancuran yang kita lihat di dunia sekitar kita.

Kerajaan Tuhan akan dipenuhi dengan kasih, keindahan, damai sejahtera, kenyamanan, pengertian, sukacita, belas kasih, dan yang terpenting, akan diselimuti oleh kasih dari

Dia yang mengasihi kita lebih dari siapa pun—Tuhan itu Sendiri. Alkitab mengatakan bahwa Allah adalah Allah yang penuh kasih. Faktanya, Dia adalah Roh kasih (1Yohanes 4:8). Oleh karena itu rumah-Nya, kerajaan surga, adalah rumah kasih, di mana tidak akan ada lagi kepedihan, dukacita, penolakan, perkabungan, atau kesepian (Wahyu 21:4).

Kita tahu dari Alkitab bahwa di akhirat kita tidak akan menjadi roh tanpa wajah, tanpa tubuh, berkeliaran tanpa bentuk apa pun. Kita akan memiliki tubuh, seperti yang kita miliki sekarang, tetapi tanpa penyakit, ketidaknyamanan, penuaan, atau rasa sakit yang kita alami di tubuh duniawi kita (1Korintus 15:51–53). Kita masih bisa menikmati satu sama lain dan hidup berbahagia bersama untuk selamanya dalam hadirat Dia yang menciptakan kita dan yang mengasihi kita.

Kabar baiknya adalah dengan percaya dan menerima Yesus, siapa pun dapat masuk ke dalam kerajaan surga dan merasakan sukacita, pemenuhan, dan kasih abadi yang Tuhan ingin berikan kepada setiap dari kita dalam kehidupan yang akan datang.

Tak satu pun dari kita cukup baik untuk layak masuk ke surga; tak satu pun dari kita layak untuk pergi ke sana melalui jasa kita sendiri. Itulah sebabnya Tuhan mengutus Anak-Nya, Yesus, ke bumi ini lebih dari 2.000 tahun yang lalu. Yesus membayar harga untuk keselamatan kita dengan mati bagi dosa-dosa umat manusia, dan dengan demikian, melalui percaya kepada-Nya sebagai Juruselamat kita, kita dapat menerima anugerah hidup kekal-Nya. Itu membebaskan kita dari beban berusaha menjadi cukup baik untuk pergi ke surga, yang bagaimanapun juga tidak dapat kita lakukan, karena kita semua adalah manusia dengan kesalahan dan manusia yang tidak sempurna.

Yesus membuka pintu kehidupan kekal di kerajaan-Nya bagi setiap dari kita melalui kematian-Nya di kayu salib. Anda tidak bisa bekerja untuk memperolehnya, Anda juga tidak bisa terlalu buruk untuk itu, karena keselamatan adalah karunia Tuhan. Yesus mengasihi Anda apa adanya. Dia mengenal Anda. Dia tahu pikiran Anda dan semua yang pernah Anda lakukan, bahkan rahasia terdalam Anda. Dia mengetahui semuanya, tetapi Dia tetap mengasihi Anda, karena kasih-Nya tidak terbatas.

Kasih-Nya begitu jauh melampaui apa pun yang dapat kita pahami atau lihat dengan mata kita di bumi ini. Kasih-Nya dapat mengisi kekosongan apa pun dan menyembuhkan kepedihan dan kesakitan. Kasih-Nya dapat membawa sukacita di mana ada dukacita, gelak tawa di mana ada kepedihan, dan kepuasan di mana ada kekurangan tujuan atau makna. Kapan pun Anda membutuhkan-Nya, Anda dapat memanggil Yesus, dan kasih-Nya akan menyertai Anda dan Dia akan menolong Anda.

Jika Anda membuka hati Anda kepada Yesus dan mengundang Dia ke dalam hidup Anda, Dia akan menyertai Anda selamanya. Anda tidak akan pernah bisa kehilangan Dia! Setelah Anda menerima Yesus, Anda memiliki reservasi permanen di surga yang tidak akan pernah bisa dibatalkan, dan ketika hidup Anda di bumi selesai, Anda akan tinggal di hadirat-Nya selamanya!

Meskipun keselamatan adalah hadiah gratis, setelah Anda menerima Yesus di dalam hati Anda, Dia ingin Anda melakukan apa yang Anda bisa untuk mengasihi orang lain dan memberi tahu mereka tentang kerajaan surgawi Allah. Berbagi dengan orang lain kebenaran tentang Yesus dan kasih yang telah dianugerahkan-Nya kepada Anda sehingga mereka juga dapat mengalami sukacita dalam hidup mereka—baik di kehidupan ini maupun di kehidupan berikutnya!

Maria Fontaine dan suaminya, Peter Amsterdam, adalah pemimpin dari the Family International, sebuah komunitas dengan iman Kristen. ■

DOA UNTUK HARI INI TUHAN YANG LUAR BIASA

Bapa yang ada di Surga,

Segala puji dan hormat serta kemuliaan bagi-Mu, bagi Tuhan segala pencipta, yang telah menciptakan segala sesuatu—segala keindahan yang kulihat, dari keajaiban yang paling kecil hingga yang paling besar. Dari atom hingga alam semesta, segala sesuatu tercipta oleh tangan-Mu, jauh melampaui bayangan atau pun pemahaman siapa pun.

Engkau adalah Tuhan yang luar biasa—Tuhan dari kedalaman yang paling dalam sehingga tak ada seorang pun yang mampu memahami, dari ketinggian yang sedemikian tinggi sehingga tak ada seorang pun yang mampu mengerti, dari luas dan lebar yang sedemikian besar sehingga tak ada seorang pun yang mampu memenuhinya.

Segala puji, hormat, sembah dan syukur kupanjatkan kepada-Mu, sebab Engkau maha besar, maha perkasa, dan maha luas, maha bijaksana, pengasih dan maha kuasa. Namun Engkau merendahkan diri untuk mengasihiku, mencari dan menyelamatkan aku, dan membawaku ke dalam kerajaan-Mu untuk hidup selama-lamanya bersama-Mu. Amin.

AKU MENGASIHI KAMU —HANYA KAMU

Ketika Aku berkata Aku mengasihi kamu, hanya kamu, Aku berbicara kepada setiap dari anak-anak-Ku dari semua lapisan kehidupan. Aku berbicara kepada mereka yang merasa sangat jauh dari kasih-Ku. Aku berbicara kepada mereka yang merasa dirinya telah gagal dan tidak ada pengampunan yang dapat ditemukan, atau yang merasa bahwa tidak ada pengharapan.

Aku mengasihi kamu sebagaimana kamu adanya. Kasih-Ku menjangkaumu sekarang ini juga. Kasih-Ku, pengampunan-Ku, dan belas kasih-Ku semua ada, hanya untukmu, jika kamu mau menerimanya saja.

Aku tidak mengumpulkan kesalahanmu dan kegagalanmu atau kekeliruanmu untuk menjadikannya suatu alasan. Ketika Aku memandangmu, Aku melihat kebaikan dan kemungkinan yang tidak dilihat oleh orang lain. Aku melihat hatimu—dan Aku mengasihimu.

Aku melihat setiap tetes air mata. Aku mendengar setiap seruan. Aku merasakan setiap perasaan frustrasi, setiap kekuatiranmu, beban, dan hasrat hatimu. Aku tahu segala sesuatu tentang kamu—segala yang kamu inginkan, segala kekuranganmu. Aku melihat hatimu dan segala yang ada di dalamnya, dan Aku mengasihi kamu.

Aku senantiasa ada di sisimu. Aku tidak pernah meninggalkan kamu, dan tidak akan pernah meninggalkan kamu, atau pun melepaskan kamu. Datanglah kepada-Ku dengan segala beban beratmu dan keletihan dari dunia dan tujukanlah matamu pada kehidupan abadi, di mana kamu akan hidup dalam kasih-Ku untuk selama-lamanya, abadi, kekal, tanpa akhir.

Teriring Kasih dari Yesus

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook