
2 minute read
Pemkab Tulungagung Minim Guru Penggerak
Tulungagung, Memorandum
Pemkab Tulungagung mencatat pada 2023 ini hanya memiliki 107 guru penggerak yang tersebar di sejumlah sekolah di wilayahnya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung Rahadi Puspita Bintara.
Advertisement
Pendaftaran Caleg di
Tulungagung Sepi Peminat
Pelototi Mantan Narapidana
Tulungagung, Memorandum
KPU Tulungagung sudah membuka pendaftaran calon anggota DPRD atau calon anggota legislatif (caleg).
Namun sampai saat ini belum ada partai politik (parpol) yang mendaftarkan calonnya.
Pembukaan pendaftaran caleg dimulai pada 1 Mei hingga 14 Mei mendatang. Tetapi antusias partai politik di Tulungagung pada awal pendaftaran ini cukup rendah. Diperkirakan banyak parpol yang akan mendaftar di tengah atau akhir proses pendaftaran calon.
Komisioner KPU Tulungagung
Bidang Organisasi Teknis M Arif menyampaikan, sejauh ini belum ada parpol yang mendaftarkan calonnya ke KPU Tulungagung. Tetapi pihaknya memastikan, semua parpol yang berpartisipasi dalam Pemilu 2024 sudah berkonsultasi dengan pihaknya. “Artinya internal sudah siap, tinggal menunggu mereka mendaftar,” terangnya, Kamis (4/5).
Arif mengakui, ada informasi sejumlah parpol akan melakukan pendaftaran secara serentak dengan tingkat nasional. Pihaknya memastikan, pendaftaran caleg kali ini tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Yakni calon legislatif terdaftar harus menunjukkan kartu tanda penduduk elektronik, surat pernyataan, salinan ijazah sekolah menengah mereka, sertifikat pendaftaran sebagai pemilih, dan kartu identitas yang mendukung partai.

“Untuk anggota DPR dari ASN, TNI, Polri, Kelurahan, BPD harus melampirkan surat pengunduran diri. Tapi kalau tidak punya SK, maka harus melampirkan surat pengunduran diri dan tanda terima pejabat yang berwenang,” jelasnya.
Disinggung mengenai calon anggota legislatif yang sudah berstatus narapidana, Arif mengungkapkan, mereka masih memiliki opsi untuk mendaftar. Dengan syarat sudah lima tahun pascabebas. “Jadi kalau dia benar-benar bebas, dia tidak bisa langsung mendaftar. Tapi harus ada penundaan lima tahun sebelum dia bisa mendaftar untuk mengikuti pemilu legislatif,” ungkapnya. (fir/mad/yok)
Pipit, sapaan akrab Rahadi mengatakan, jumlah guru penggerak yang dimiliki sampai saat ini masih sangat sedikit. Sebab tidak mudah untuk bisa mendapatkan predikat guru penggerak tersebut. “Karena memang seleksinya tidak mudah. Itu kan langsung dari pusat. Jadi lolos atau tidaknya ya dari pusat,” ujarnya, Kamis (4/5).
Menurut Pipit, ada standar yang ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk bisa mendapatkan label guru pengge- rak. Sesuai dengan data yang dimilikinya saat ini, sudah ada 148 guru lain di Tulungagung yang tengah mengikuti seleksi untuk bisa mendapatkan predikat guru penggerak di gelombang selanjutnya. “Gelombang selanjutnya sudah ada 148 guru asal Tulungagung yang ikut seleksi guru penggerak,” jelas dia. Keberadaan guru penggerak adalah salah satu wujud dari ujicoba Kurikulum Merdeka Belajar, yang tengah dikembangkan oleh peme- rintah pusat. Pipit menyebut, saat ini sudah ada 500 sekolah dasar (SD) dan 38 sekolah menengah pertama (SMP) yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar.
Ke depan pihaknya berharap semakin banyak guru asal Tulungagung yang lolos seleksi guru penggerak. Sehingga, bisa menjadi penggerak untuk pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar di Tulungagung.
“Tahun depan kita targetkan bisa lebih banyak lagi,” pungkasnya. (fir/mad/yok)
Cegah Gangguan Kamtibmas
Polsek Karangrejo Rutin Gelar Patroli
Tulungagung, Memorandum

Guna mengantisipasi gangguan kamtibmas pada malam hari, sekaligus memberikan rasa nyaman kepada masyarakat, personel Polsek Karangrejo melakukan patroli di sejumlah tempat yang rawan terjadi tindak kejahatan.

Seperti di jalan-jalan sepi, pertokoan, perumahan, pusat keramaian, serta objek vital lainnya. Patroli ini rutin dilaksanakan, sehingga situasi wilayah hukum Polsek Karangrejo tetap aman dan kondusif.
Kapolsek Karangrejo AKP Sudariyanto mengatakan, dalam menjalankan aksinya, kebanyakan para pelaku kejahatan mencari celah aman. “Maka dari itu kami selalu mengintensifkan patroli baik siang maupun malam, dan khususnya saat jam-jam rawan demi situasi kamtibmas tetap aman kondusif,” ujarnya, Kamis (4/5). Sementara Kasihumas Polres Tulungagung Iptu Anshori menambahkan, giat blue light patrol juga dilaksanakan oleh polsek jajaran lainnya guna mengantisipasi dan mencegah terjadinya tindak kejahatan khususnya di malam hari. “Blue light patrol memang kita fokuskan pada waktu malam sampai dini hari. Tujuannya untuk antisipasi gangguan 3C pada pemukiman warga dan objek vital. Seperti bank dan mesin ATM serta pertokoan. Kemudian ketika berpatroli, petugas menyalakan lampu rotator biru pada malam hari,” tutur Iptu Anshori. Adanya patroli blue light lanjut Iptu Anshori, masyarakat juga akan merasa aman. Kehadiran polisi di sekitar masyarakat pada malam hari, membuat mereka nyaman dan tidak was-was, baik saat beristirahat maupun ketika beraktivitas. “Kehadiran anggota polisi di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” papar Iptu Anshori.
Iptu Anshori juga menjelaskan, kegiatan patroli yang dilaksanakan adalah tindakan represif terhadap semua bentuk gangguan kamtibmas lainnya, guna memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. (fir/mad/yok)
