
2 minute read
Rawat Tradisi Pesantren
disela-sela rapat panitia MKK Gresik, kemarin.
Untuk menjadi peserta MKK, sambung Luthfi Khambali, ada beberapa persyaratan. Diantaranya peserta adalah yang berhaluan ahlussunnah wal jamaah atau Aswaja, berusia maksimal 20 tahun, mendapatkan rekomendasi dari pimpinan. Bila pesantren mendapat rekom dari pengaruh, kepala sekolah atau setingkatnya.
Advertisement
“Kami harapkan pondok pesantren yang cukup banyak di Gresik dapat mengambil kesempatan ini dengan mengirimkan santrinya. Apalagi, di Gresik cukup banyak pesantren mulai dari Wringinanom hingga Panceng dan tidak terkecuali pondok pesantren di Pulau Bawean,” jelas dia. Sementara itu, Ketua DKC Garda Bangsa Gresik Sholihudin Alayyubi menambahkan, tradisi membaca kitab kuning mulai berkurang. Karena, masyarakat lebih memilih hahal yang sifatnya praktis dan mudah dipahami. Dan, masyarakat tidak mau hal-hal yang sifatnya ribet.
“Contohnya untuk membaca buku-buku yang bertemakan Islam, apalagi karya para ulama terdahulu,
STNKB Honda th. 2014 an. Imam d/a: Lemah Putih Pasinan Wringinanom Gresik. Kehilangan STNKB Honda th. 2014 an. Imam d/a: Lemah Putih Pasinan Wringinanom Gresik. Kehilangan STNKB Honda th. 2015 an. Khoirul Huda d/a: Ds. Samirplapan RT. 002 RW. 001 Duduksampeyan Gresik.
STNKB Honda th. 2015 an. Khoirul Huda d/a: Ds. Samirplapan RT. 002 RW. 001 Duduksampeyan Gresik. lansung memilih membaca terjemahan Bahasa Indonesia, dari pada aslinya seperti dalam kitab kuning,” ungkapnya. Padahal, kitab kuning terkandung nilai luhur dan original. Dengan MKK yang pertama kali digelar, kata Sholihuddin Alayubbi, pihaknya berharap dapat melestarikan dan mengkaji kandungan khazanahkhazanah pengetahuan klasik yang sarat dengan nilai-nilai kebangsaan dan berkemajuan. “Juga menguatkan nila-nilai dan menjaga Islam Aswaja yang telah menyatu dengan jati diri Bangsa In-
STNKB Honda th.
Gresik - Setelah terjadi tarik ulur kepentingan yang berlangsung hampir selama 8 bulan, utamanya alotnya menetukan sosok sekretaris, akhirnya turun juga SK Kepengurusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik Masa Khidmat 2016-2021. Pengesahan kepengurusan tersebut tertuang dalam SK Nomor: 138/A. II.4.d/03/2017 tertanggal 23 Maret 2017 yang ditandatangani Rais Aam PBNU KH Dr Ma’ruf Amin, Katib Aam PBNU KH. Yahya Kholil Staquf, Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj MA dan Sekretaris PBNU Dr. Ir. H Helmi Yahya Zaini. Adapun susunannya yakni Mustasyar dijabat KH. Masbuchin Faqih, KH. Robbach Ma’sum, KH Ahmad Fauzi Ihsan, KH Atiq Ismail, KH Muhtadi,KH M Iklil Sholeh, KH Afif Ma’shum, KH Syamsu Dhuha, KH M.Syahid. Sedangkan Rais Syuriah dijabat KH. Mahfudh Ma’shum, Katib dijabat KH. M.Suaib Zunaidi, A’wan KH. Sholeh Nawawi dan sejumlah kiai lain. Lalu, Ketua Tanfidziyah KH. Moh. Chusnan Ali, Wakil Ketua KH. Mulyadi dan sejumlah nama lainnya. Untuk Sekretaris dijabat Anharul Mahfudh dengan wakil sekretaris Mujib, Syaikhu Busyiri dan lainnya. Untuk Bendahara tak ada maalah dengan dijabat H. Saiful Arif. Sementara itu, Ketua Tanfidyah PCNU Gresik, KH. Moh. Chusnan Ali dihubungi membenarkan adanya kabar kalau SK Kepengurusan sudah turun. Namun, dia mengaku belum memegang SK tersebut. “Saya jadwalkan Selasa (4/4) ini, mengambil SK tersebut di PWNU Jatim. Kalau SK sudah saya pegang, maka saya akan mengatakan benar bukan dari WA (WhatsApp) atau FB (facebook) ,” katanya dengan diplomatis, kemarin.
Ditambahkan, lazimnya sebuah organisasi, maka langkah awal yang akan lakukan yakni melakukan konsolidasi serta membentuk kelengkapan PCNU termasuk Lajnah dan Lembaga lembaganya.
“Dan tentu, persiapan pelantikan, sekaligus Raker PCNU,”tandasnya.
Dalam susunan kepengurusan PCNU Gresik periode 2016-2021 ada sejumlah posisi yang tidak sesuai dengan yang diusulkan oleh tim formatur.
Seperti jabatan sekretaris, bahwa yang memutuskan adalah PBNU. Sebelumnya tarik ulur jabatan sekretaris disebut-sebut sebagai penyebab SK tak kunjung turun.
“Soal jabatan sekretaris yang menjadi tarik ulur, itu sudah menjadi kewenangan PBNU,”pungaksnya. l mas/pii donesia,” tandasnya. Selain itu, Sholihudin AY berharap kegiatan MKK juga dapat menggali nilai kaidah ushuliyah dalam upaya membangun karakter bangsa. Bahkan, terselenggaranya MKK juga menjadi sarana syiar Islam sekaligus menjawab problematika bangsa. l pii
